Meski demikian, peredaran rokok—baik legal maupun ilegal—masih terus berlangsung dan bahkan cenderung meningkat.
Rokok legal kerap dibela dengan alasan kontribusinya terhadap penerimaan negara melalui cukai. Namun di sisi lain, rokok ilegal justru menjadi persoalan serius karena merugikan negara dan beredar tanpa pengawasan ketat.
Ironisnya, baik rokok legal maupun ilegal sama-sama menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat.
Berbagai kampanye bahaya rokok, kenaikan cukai, hingga penindakan rokok ilegal dinilai belum menyentuh akar persoalan.
Selama pabrik rokok masih beroperasi, konsumsi rokok akan tetap ada, dan dampak kesehatan akan terus menghantui masyarakat, khususnya generasi muda.
Sejumlah pihak menilai, satu-satunya solusi tegas untuk mengakhiri polemik rokok adalah dengan menutup seluruh pabrik rokok tanpa pengecualian.
Mereka menegaskan, pemerintah seharusnya tidak lagi berdalih pada pemasukan negara dari cukai rokok, karena biaya kesehatan yang ditanggung negara akibat penyakit terkait rokok dinilai jauh lebih besar.
“Daripada terus berbicara soal bahaya kesehatan tetapi tetap membiarkan produksinya berjalan, lebih baik pemerintah mengambil langkah berani dengan menutup semua pabrik rokok,” ujar salah satu pemerhati kesehatan masyarakat. Rabu 21 Januari 2026
Hingga kini, kebijakan pemerintah masih berada di antara dua kepentingan besar: kesehatan publik dan penerimaan negara. Selama posisi ini tidak berubah secara tegas, persoalan rokok diprediksi akan terus menjadi masalah yang tak kunjung selesai.
FOLLOW THE ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram