Makassar
-->

11 Mar 2026

Rekrutmen Anggota Polri 2026 Dimulai, Polda Sulsel Tegaskan No KKN dan No Calo


zonabuser,id, Makassar-Pendaftaran Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 resmi dibuka. Kesempatan ini terbuka bagi putra-putri terbaik bangsa yang ingin mengabdikan diri sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia.

Melalui proses seleksi yang transparan dan profesional, Polri membuka tiga jalur penerimaan, yakni Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama.


Pendaftaran dilakukan secara online melalui website resmi https://penerimaan.polri.go.id⁠�, kemudian dilanjutkan dengan proses verifikasi di Polres sesuai domisili pendaftar.


Berdasarkan informasi dari panitia penerimaan, pendaftaran dan verifikasi berlangsung mulai 9 hingga 30 Maret 2026.
Proses rekrutmen ini menegaskan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis) dengan slogan “No KKN, No Calo”, sehingga seluruh peserta diimbau mengikuti proses seleksi sesuai ketentuan tanpa melalui perantara.

Polda Sulawesi Selatan melalui Biro SDM juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki integritas, disiplin, serta semangat pengabdian untuk bergabung menjadi bagian dari institusi Polri.

Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan tahapan seleksi dapat diakses melalui situs resmi penerimaan Polri atau melalui media sosial Biro SDM Polda Sulsel.


“Kesempatan ini terbuka bagi putra-putri terbaik yang memiliki komitmen untuk mengabdi kepada bangsa dan negara melalui institusi Polri,” demikian imbauan panitia penerimaan.

10 Mar 2026

Kabid Propam Polda Sulsel Beberkan Hasil Sidang Etik Kasus Narkoba, Dua Polisi Toraja Utara Di-PTDH


zonabuser,id, Makassar-Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) menggelar sidang lanjutan pelanggaran kode etik terhadap mantan Kasat Reserse Narkoba Polres Toraja Utara AKP AE dan Kepala Unit (Kanit) II Satres Narkoba Polres Toraja Utara Aiptu N.

Sidang etik tersebut dipimpin langsung oleh Kabidpropam Polda Sulsel Kombes Pol. Zulham Effendy, S.I.K., M.H. dan dilaksanakan di Mapolda Sulsel. Setelah pelaksanaan sidang, Kabidpropam memberikan keterangan kepada awak media dalam kegiatan doorstop pada Selasa (10/03/2026).

Dalam doorstop tersebut, Kabidpropam Polda Sulsel didampingi oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa sidang lanjutan terhadap kedua personel tersebut telah menghasilkan keputusan tegas berupa sanksi etik dan administratif.

“Sidang lanjutan terkait dua orang mantan Kasat Res Narkoba Polres Toraja Utara dan anggota Kanit II Satres Narkoba Toraja Utara telah diputuskan dengan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) bagi keduanya karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik serta menerima setoran dari bandar narkoba,” ujar Kombes Pol. Zulham Effendy.

Ia menjelaskan bahwa dalam putusan sidang, kedua personel tersebut dinyatakan melakukan perbuatan tercela secara etik. Selain itu, secara administratif keduanya juga dijatuhi sanksi penempatan khusus (Patsus) selama 30 hari serta pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dari institusi Polri.

Kabidpropam juga mengungkapkan adanya perbedaan sikap antara kedua terperiksa selama proses persidangan berlangsung. Menurutnya, Aiptu N bersikap terbuka dan menyampaikan seluruh fakta yang diketahuinya selama persidangan.

“Fakta yang kita dapatkan adalah Aiptu N terbuka, dia menceritakan semuanya apa adanya termasuk apa yang dialami. Sementara terhadap AKP AE, yang bersangkutan tidak mengakui perbuatannya,” jelasnya.

Meski demikian, keputusan sidang tetap diambil berdasarkan hasil pembahasan dan keyakinan seluruh unsur dalam komisi sidang etik, termasuk ketua komisi, wakil ketua, anggota komisi, penuntut, serta mempertimbangkan saran hukum dari Bidang Hukum (Bidkum) Polda Sulsel.

“Dengan keyakinan kami ketua komisi, wakil ketua, komisi sidang lainnya serta penuntut, termasuk saran hukum dari Bidkum, maka kami menyimpulkan dan mengambil keputusan sebagaimana yang telah disampaikan,” tambahnya.

Sidang etik ini merupakan bentuk komitmen Polri, khususnya Polda Sulsel, dalam menegakkan disiplin serta menjaga integritas institusi dengan menindak tegas setiap pelanggaran yang dilakukan oleh personel, terutama yang berkaitan dengan penyalahgunaan kewenangan dan tindak pidana narkotika.

Kenalan Pria di TikTok, Motor Janda 31 Tahun di Makassar Dibawa Kabur Usai Diminta Beli Minuman


Foto Ilustrasi 


zonabuser,id, MAKASSAR – Seorang janda bernama Raoda (31) di Kota Makassar menjadi korban penipuan setelah sepeda motor miliknya dibawa kabur oleh seorang pria yang baru dikenalnya melalui aplikasi TikTok.


Peristiwa tersebut terjadi pada 26 Februari 2026 dan kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian.


Kronologi Kejadian

Korban awalnya berkenalan dengan seorang pria bernama Ical melalui siaran langsung di TikTok. Dari perkenalan itu, keduanya kemudian saling bertukar nomor WhatsApp dan sepakat untuk bertemu secara langsung.
Pertemuan pertama berlangsung di Jalan Landak Lama, Makassar, di mana keduanya sempat makan bersama.


Namun pada keesokan harinya, pelaku kembali menghubungi korban dan mengajaknya bertemu di depan sebuah minimarket di Jalan Metro Tanjung Bunga. Saat itu pelaku beralasan ingin membantu korban mengurus SIM gratis.
Setibanya di lokasi, pelaku meminta korban masuk ke dalam minimarket untuk membeli minuman.


Saat korban berada di dalam toko, pelaku justru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membawa kabur sepeda motor Honda Scoopy milik korban. Dilaporkan ke Polisi
Menyadari telah menjadi korban penipuan, Raoda kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tamalate, Makassar.


Sementara itu, pihak kepolisian juga dikabarkan telah mengamankan seorang remaja berinisial RA (17) yang diduga terlibat dalam kasus pencurian motor di lokasi lain.


 Polisi masih mendalami kemungkinan adanya modus penipuan serupa dalam kasus tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkenalan dengan orang yang baru dikenal melalui media sosial.

9 Mar 2026

Kapolda Sulsel Pimpin Apel Pengecekan Senjata Api Serentak serta Penyambutan Personel Brimob BKO Polda Aceh


zonabuser,id, Makassar-Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H. memimpin langsung Apel Pengecekan Senjata Api (Senpi) serentak di jajaran Polda Sulsel sekaligus penyambutan personel Satuan Brimob Polda Sulsel yang telah menyelesaikan tugas Operasi Aman Nusa II sebagai Bantuan Kendali Operasi (BKO) di Polda Aceh.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Apel Mapolda Sulsel, Senin (09/03/2026), dan diikuti oleh Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Sulsel, serta personel jajaran Polda Sulsel.

Dalam arahannya, Kapolda Sulsel menegaskan bahwa apel yang dilaksanakan tersebut merupakan momentum penting dalam melakukan konsolidasi organisasi guna memastikan kesiapan seluruh elemen di lingkungan Polda Sulsel, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana pendukung tugas kepolisian.

“Terkait pelaksanaan pengecekan senpi serentak di seluruh jajaran, saya ingin mengingatkan kembali bahwa senjata api bukanlah simbol kekuasaan atau gagah-gagahan. Senjata api adalah instrumen hukum yang diberikan negara kepada Polri untuk menegakkan keadilan dan melindungi nyawa manusia,” tegas Kapolda.

Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan senjata api yang dilakukan meliputi tiga aspek utama, yakni aspek administrasi, kelayakan teknis, serta aspek moralitas dan psikologis personel yang memegang senjata api.

“Gunakan akal sehat dan nurani sebelum menggunakan jari telunjukmu di atas pelatuk,” pesan Kapolda kepada seluruh personel.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Sulsel juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada personel Satuan Brimob Polda Sulsel yang telah kembali dari pelaksanaan tugas kemanusiaan di Provinsi Aceh selama kurang lebih dua bulan dalam rangka Operasi Aman Nusa II.

“Atas nama pimpinan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang telah melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi, disiplin, serta semangat pengabdian yang tinggi dalam membantu masyarakat di wilayah Provinsi Aceh,” ungkapnya.

Menurut Kapolda, tugas kemanusiaan tersebut bukanlah tugas yang ringan karena selain menuntut kesiapsiagaan fisik dan mental, juga membutuhkan keikhlasan, kepedulian, serta solidaritas untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana.

Kapolda Sulsel juga berharap pengalaman yang diperoleh para personel selama melaksanakan tugas di Aceh dapat menjadi bekal berharga dalam meningkatkan profesionalisme, memperkuat solidaritas antar personel, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi darurat di masa mendatang.

5 Mar 2026

Kapolda Sulsel Buka Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat 2026, Pastikan Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 1447 H



zonabuser,id, Soppeng-Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., membuka langsung kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Tahun 2026 dalam rangka kesiapan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Ketupat-2026” untuk pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Harper Makassar, Kamis (05/03/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Sulsel, serta para Kapolres jajaran Polda Sulsel.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulsel menyampaikan bahwa rapat koordinasi lintas sektoral ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi tingkat pusat bersama kementerian dan lembaga terkait, guna memastikan kesiapan pengamanan dalam menghadapi perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kapolda menjelaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi kepolisian yang bersifat pemeliharaan keamanan dengan pendekatan kemanusiaan, yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam merayakan Idul Fitri.

“Melalui operasi ini diharapkan masyarakat dapat melaksanakan rangkaian ibadah serta merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” ujar Kapolda Sulsel.

Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Dalam pelaksanaannya, Polda Sulawesi Selatan akan melibatkan sebanyak 5.268 personel pengamanan gabungan yang terdiri dari 2.583 personel Polri, 546 personel TNI, serta 2.139 personel dari berbagai instansi terkait.

Guna mengoptimalkan pengamanan, personel akan ditempatkan pada 108 pos pengamanan yang terdiri dari 61 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, dan 25 pos terpadu. Pos-pos tersebut akan beroperasi di berbagai titik strategis seperti masjid, tempat wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, serta bandara.

Kapolda Sulsel berharap melalui rapat koordinasi ini seluruh pihak dapat menyatukan persepsi dan memperkuat sinergitas dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

“Saya berharap melalui rapat koordinasi ini kita dapat menyatukan persepsi serta memberikan masukan terkait langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan sehingga dapat mensukseskan operasi yang segera kita gelarkan,” tutup Kapolda.

2 Mar 2026

Polda Sulsel Gelar Sidang Kode Etik Kasus Penganiayaan Bripda Dirja Pratama, Pelaku Dijatuhi Sanksi PTDH



zonabuser,id, Makassar-Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menggelar sidang terhadap pelaku Bripda P dalam kasus meninggalnya Bripda Dirja Pratama. Sidang kode etik dan profesi Polri tersebut dilaksanakan pada Senin (02/03/2026) di Mapolda Sulsel.

Usai pelaksanaan sidang, Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol. Zulham Effendy, S.I.K., M.H., didampingi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait hasil persidangan.

Dalam keterangannya, Kombes Pol. Zulham Effendy menjelaskan bahwa rangkaian pemeriksaan, penyelidikan, hingga persidangan telah membuktikan secara jelas perbuatan pelaku utama dalam kasus tersebut. Berdasarkan fakta persidangan, keterangan awal pelaku yang tidak sesuai dengan fakta yang terungkap di persidangan.

“Yang awalnya keterangannya hanya sekali memukul di bagian perut dan sekali di wajah, ternyata dari fakta persidangan kita mendapatkan adanya beberapa kali pemukulan. Hal tersebut kita sesuaikan dengan hasil visum,” ujar Kombes Pol. Zulham Effendy.

Dari hasil visum terhadap korban, ditemukan sejumlah luka memar serta luka robek pada bagian tubuh korban. Fakta tersebut dinilai selaras dengan keterangan saksi serta alat bukti lain yang dihadirkan dalam persidangan.

“Sehingga kita melihat adanya kesesuaian antara hasil visum dengan keterangan dari fakta persidangan dan keterangan terduga pelaku. Walaupun awalnya yang bersangkutan tidak mengakui, namun melalui pemeriksaan saksi-saksi yang berada di tempat kejadian, fakta tersebut dapat dibuktikan,” tegasnya.

Berdasarkan seluruh rangkaian fakta dan pembuktian tersebut, sidang komisi kode etik Polri menyatakan perbuatan pelaku sebagai perbuatan tercela dan menjatuhkan sanksi administratif berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). 

“Anggota komisi memberikan bahwa, sanksi etik menyatakan sebagai perbuatan tercela, untuk sanksi administratif kita kenakan PTDH, karena memang itu sanksi yang pantas karena menghilangkan nyawa daripada rekannya.,” jelas Kabid Propam.

Selain pelaku utama, Kabid Propam juga menyampaikan bahwa terdapat tiga personel lain yang turut diproses terkait dugaan obstruction of justice. Ketiganya dinilai memiliki peran masing-masing dalam kasus tersebut.

Polda Sulsel menegaskan komitmennya untuk menegakkan disiplin dan kode etik Polri secara tegas, profesional, dan transparan, sebagai bentuk tanggung jawab institusi serta wujud keadilan bagi korban dan keluarga.

26 Feb 2026

Doorstop Kapolda Sulsel Terkait Perkembangan Penyidikan Kasus Penganiayaan Bripda Dirja Pratama



zonabuser,id, Makassar-Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus meninggalnya Bripda Dirja Pratama. Kegiatan doorstop tersebut dilaksanakan di Mapolda Sulsel pada Kamis (26/02/2026).

Dalam keterangannya, Kapolda Sulsel didampingi oleh Dirreskrimum Polda Sulsel Kombes Pol. Setiadi Sulaksono, Kabid Propam Kombes Pol. Zulham Effendy, serta Kabid Humas Kombes Pol. Didik Supranoto.

Berdasarkan proses penyidikan dan pembuktian yang dilakukan secara intensif, penyidik telah menetapkan satu orang tersangka.

​"Kami telah menetapkan satu orang tersangka, yaitu Bripda P. Berdasarkan hasil visum dari Biddokkes, perbuatan tersebut dilakukan secara sendiri oleh pelaku. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi adalah penganiayaan, bukan pengeroyokan," ujar Irjen Pol. Djuhandhani.

Selain tersangka utama, penyidik telah memeriksa delapan orang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Meski belum ditemukan bukti keterlibatan langsung dalam tindak pidana penganiayaan, dua orang anggota kini menjalani proses pendalaman terkait disiplin dan kode etik yaitu Bripda MF dan Bripda MA, salah satu anggota yang berada di lokasi diketahui melihat kejadian tersebut namun tidak melaporkannya, sehingga turut diproses secara internal.

"Berdasarkan hasil penyidikan, motif di balik aksi penganiayaan ini dipicu oleh rasa kesal pelaku terhadap korban. Tersangka Bripda P merasa korban tidak menunjukkan loyalitas dan sikap hormat (respek) kepada senior karena tidak mengindahkan panggilan pelaku berkali-kali," ungkap Kapolda Sulsel.

​Atas perbuatannya, tersangka Bripda P dijerat dengan ​Pasal 468 ayat (2) atau Pasal 466 ayat (3) UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana dengan ​ancaman Pidana Maksimal 10 tahun penjara.

Event Kemala Run 2026 Bali, Polda Sulsel Intens Latih Para Atlet



zonabuser,id, Makassar – Sulsel, Ajang lari bergengsi Kemala Run 2026 resmi diluncurkan. Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini Bhayangkari bersama Yayasan Kemala Bhayangkari memboyong kemeriahan race ke Pulau Dewata.

Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada 19 April 2026 di Bali United Training Center (BUTC), Gianyar, Bali.

Pengumuman ini disampaikan dalam acara Pre-Event & Press Conference yang dimeriahkan oleh ratusan pelari di Pintu 6 GBK, Senayan.

Kategori Lomba & Kelas Spesial TNI/Polri
Kemala Run 2026 dirancang sebagai ajang yang inklusif, mulai dari pelari profesional hingga keluarga. Terdapat tiga kategori utama dengan total 39 kelas pertandingan:

• 21K (Half Marathon): Ditujukan bagi profesional dan experienced runners.
• 10K: Kategori tantangan menengah yang selalu favorit.
• 5K (Fun Run): Ramah bagi pemula dan pelari rekreasi.

Adapun Kemala Run yang akan digelar di Bali pada 19 April 2026 itu menargetkan 10.000 peserta di tingkat nasional dan internasional.

Polda Sulsel sendiri dalam mnemeriahkan Kemala Run 2026 tersebut telah gencar melakukan latihan dan sosialsiasi kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan

Karo SDM Polda Sulsel Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH menyampaikan bahwa Polda Sulsel siap mensukseskan dan akan menurunkan atlit dengan seluruh kategori.

”Kami beberapa hari ini telah melakukan latihan intens kepada personel dan bhayangkari Polda Sulsel untuk memeriahkan event Kemala Run 2026 nantinya, seluruh kategori baik 21 K, 10 K, 5 K kami sudah latihkan kepada seluruh calon peserta” Ucapnya.

Selain personel dan bhayanghkari kami juga mensosialisasikan kepada seluruh runners se Sulawesi Selatan untuk mengikuti event tersebut. Sosialsiasi di media sosial, papan reklame sampai mengajak runners di CPI Pantai Losari Makassar bagaimana event kemala run ini meriah dan sukses. Tambahnya.

Momentum Kemala Run 2026 pun ini akan memperlihatkan wajah humanis institusi Polri yang mendukung olahraga sebagai sarana membangun solidaritas nasional dan juga sebagai bentuk dukungan Polri terhadap korban bencana. Tutup Kombes Adi Ferdian.

25 Feb 2026

Polda Sulsel Siap Ikuti Seluruh Kategori Event Kemala Run 2026 di Bali, Ini Kategorinya



zonabuser,id, Makassar – Sulsel, Ajang lari bergengsi Kemala Run 2026 resmi diluncurkan. Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini Bhayangkari bersama Yayasan Kemala Bhayangkari memboyong kemeriahan race ke Pulau Dewata.

Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada 19 April 2026 di Bali United Training Center (BUTC), Gianyar, Bali.

Pengumuman ini disampaikan dalam acara Pre-Event & Press Conference yang dimeriahkan oleh ratusan pelari di Pintu 6 GBK, Senayan.

Kategori Lomba & Kelas Spesial TNI/Polri
Kemala Run 2026 dirancang sebagai ajang yang inklusif, mulai dari pelari profesional hingga keluarga. Terdapat tiga kategori utama dengan total 39 kelas pertandingan:

• 21K (Half Marathon): Ditujukan bagi profesional dan experienced runners.
• 10K: Kategori tantangan menengah yang selalu favorit.
• 5K (Fun Run): Ramah bagi pemula dan pelari rekreasi.

Adapun Kemala Run yang akan digelar di Bali pada 19 April 2026 itu menargetkan 10.000 peserta di tingkat nasional dan internasional.

Polda Sulsel sendiri dalam mnemeriahkan Kemala Run 2026 tersebut telah gencar melakukan latihan dan sosialsiasi kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan

Karo SDM Polda Sulsel Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH menyampaikan bahwa Polda Sulsel siap mensukseskan dan akan menurunkan atlit dengan seluruh kategori.

”Kami beberapa hari ini telah melakukan latihan intens kepada personel dan bhayangkari Polda Sulsel untuk memeriahkan event Kemala Run 2026 nantinya, seluruh kategori baik 21 K, 10 K, 5 K kami sudah latihkan kepada seluruh calon peserta” Ucapnya.

Selain personel dan bhayanghkari kami juga mensosialisasikan kepada seluruh runners se Sulawesi Selatan untuk mengikuti event tersebut. Sosialsiasi di media sosial, papan reklame sampai mengajak runners di CPI Pantai Losari Makassar bagaimana event kemala run ini meriah dan sukses. Tambahnya.

Momentum Kemala Run 2026 pun ini akan memperlihatkan wajah humanis institusi Polri yang mendukung olahraga sebagai sarana membangun solidaritas nasional dan juga sebagai bentuk dukungan Polri terhadap korban bencana. Tutup Kombes Adi Ferdian.

20 Feb 2026

Polda Sulsel Gelar Sertijab Dirreskrimsus dan Dirresnarkoba, Ini Pesan Kapolda


zonabuser,id, Makassar-Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., memimpin langsung Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) dan Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sulsel yang dilaksanakan di Lobby Lt.1 Mapolda Sulsel, Jumat (20/02/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sulsel didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel Ny. Upi Djuhandhani. Turut hadir Wakapolda Sulsel, Nasri, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Sulsel, serta para Kapolres jajaran Polda Sulsel.

Kapolda Sulsel menyatakan bahwa mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang lumrah dan menjadi bagian dari dinamika organisasi. Selain sebagai bentuk pembinaan karier, rotasi jabatan juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja serta memberikan penyegaran dalam pelaksanaan tugas guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolda Sulsel juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama menjabat, khususnya dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah Sulawesi Selatan tetap kondusif.

Adapun pejabat yang melaksanakan sertijab yakni jabatan Dirreskrimsus dan Dirresnarkoba Polda Sulsel.

Untuk jabatan Dirreskrimsus Polda Sulsel yang sebelumnya dijabat oleh Kombes Pol. Dedi Supriyadi, S.I.K., diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubdit II Dittipideksus Bareskrim Polri dan digantikan oleh Kombes Pol. Dr. Andri Ananta Yudhistira, S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri dalam rangka Dikbangti T.A. 2025.

Selanjutnya, jabatan Dirresnarkoba Polda Sulsel yang sebelumnya dijabat oleh Kombes Pol. M. Eka Fathurrahman, S.H., S.I.K., diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabagbin PPNS Rokorwas PPNS Bareskrim Polri dan digantikan oleh Kombes Pol. Sugeng Sudarso, S.I.K., S.H., M.M., yang sebelumnya bertugas di Dittipideksus Bareskrim Polri.

Upacara sertijab berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa kebersamaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sebagai wujud silaturahmi serta mempererat soliditas antara pejabat lama dan pejabat baru di lingkungan Polda Sulsel.

18 Feb 2026

Eratkan Silaturahmi, Karo SDM Polda Sulsel Halal Bi Halal Menjelang Ramadhan




zonabuser,id, Makassar - Sulsel, Bulan suci Ramadan adalah bulan penuh ampunan, umat manusia harus saling memaafkan agar terbebas dari dosa. Tradisi halalbihalal menyambut bulan suci Ramadan merupakan salah satu kegiatan bersilaturahmi yang sudah mendarah daging di Indonesia termasuk dilingkungan Polda Sulsel

Momentum halal bi halal tersebut juga dilaksanakan  Biro SDM Polda Sulsel bertempat dilapangan tenis pallawa united usai pelaksanaan apel pagi, Rabu (18/02/2026) pagi

Karo SDM Polda Sulsel Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH menyampaikan bahwa besok kita sudah memasuki hari pertama bulan ramadhan 1447 Hijriyah

"Makna murni dari tradisi halalbihalal menyambut bulan suci Ramadan adalah silaturahmi dan saling memaafkan. Tradisi halalbihalal merupakan risalah Islam. Pelaksanaan tradisi halalbihalal tidak terbatas pada saat idulfitri saja." Oleh karena itu, dalam menyambut bulan Ramadan hendaknya kita umat muslim khususnya personel Biro SDM Polda Sulsel saling memaafkan untuk membebaskan diri dari berbagai kesalahan dan utama membersihkan hati dalam menjalankan puasa dibulan yang penuh berkah. Ucapnya

Saya berharap dengan kegiatan halal bi halal yang kita lakukan ini bisa mempererat tali silaturahmi antar sesama dan mampu menciptakan suasana kekeluargaan yang damai dan tentram karena semuanya sudah saling mengiklashkan kesalahan masing-masing yang pernah dilakukan dimasa lalu, untuk seluruh personel Biro SDM Polda Sulsel semoga hal ini menjadi sarana pembelajaran untuk bisa saling memaafkan kesalahan sesama," ungkap Kombes Adi Ferdian.

Kegiatan Halal Bi Halal personel Biro SDM Polda Sulsel ditandai dengan salam salaman secara bergiliran dimulai Karo SDM, para Kabag, Para Kasubbag, personel Bintara dan ASN Biro SDM Polda Sulsel.

12 Feb 2026

SAKIP dan ZI AWARD 2025, Biro SDM Polda Sulsel Berhasil Raih WBBM



zonabuser,id, Makassar – Sulsel, Komitmen Biro SDM Polda Sulsel dalam mengakselerasi reformasi birokrasi kembali menorehkan prestasi dengan diraihnya predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Rabu (11/2/2026).

Penghargaan prestisius ini diumumkan dalam forum SAKIP dan Zona Integritas (ZI) Award 2025 yang digelar di Jakarta dan diikuti secara daring oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulsel Briggjen Pol Nasri, SIK, bersama Irwasda, Karo SDM dan pejabat utama Polda Sulsel serta Tim Pembangunan ZI-WBBM, dan para personel Biro SDM Polda Sulsel.

Dalam sambutannya, Menteri PANRB Rini Widyantini menyampaikan bahwa reformasi birokrasi menjadi fondasi strategis dalam membangun tata kelola pemerintahan yang kuat, transparan, dan berintegritas sekaligus menempatkan SAKIP dan pembangunan Zona Integritas sebagai instrumen penting dalam transformasi kinerja birokrasi.

Pembangunan Zona Integritas ditegaskan oleh Menteri PANRB merupakan instrumen konkret untuk membangun budaya kerja yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pelayanan publik. Pada tahun 2025, sebanyak 297 instansi pemerintah berpartisipasi dalam program ini, dan 133 unit kerja berhasil meraih predikat WBK dan/atau WBBM. Biro SDM Polda Sulsel menjadi salah satu unit kerja yang dinilai memenuhi standar ketat tersebut.

“Predikat WBBM bukan sekadar capaian simbolik, melainkan representasi dari sistem manajemen kinerja yang terukur, penguatan pengawasan internal, penataan tata laksana, serta peningkatan kualitas layanan publik yang berdampak nyata.” Terang Menpan RB

Menteri PANRB mengingatkan bahwa penghargaan ini juga harus dimaknai sebagai komitmen berkelanjutan. Para penerima apresiasi diharapkan mampu menjaga standar integritas, memperkuat orientasi pada hasil dan dampak, serta tampil sebagai role model dan agen perubahan di lingkungan pemerintahan masing-masing.

Predikat WBBM tersebut menjadi tonggak strategis dalam transformasi kelembagaan Biro SDM Polda Sulsel, Capaian ini sekaligus merepresentasikan dukungan konkret terhadap agenda reformasi Polri dalam menghadirkan pelayanan publik yang transparan,  profesional, kredibel, dan responsif terhadap dinamika serta kebutuhan masyarakat dan personel

Biro SDM Polda Sulsel telah berjuang selama 2 tahun dalam meraih predikat WBBM, Alhamdulillah dengan kerja keras kami bisa berhasil meraih tahun ini. Tentunya dengan capaian ini kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan transparan dan sepenuh hati, Terimakasih kepada seluruh personel Biro SDM Polda Sulsel atas semangat kerja yang telah diberikan menjadi agen perubahan untuk menjadi lebih baik. Ucap Karo SDM Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH

11 Feb 2026

Tak Ada Kabar Sejak dari Jeneponto, Suami Cari Istri dan Anak yang Diduga Hilang di Makassar

Sumber Foto (celebes.inews.id)

zonabuser,id, Makassar – Seorang pria bernama Muhammad Taufik datang jauh dari Kendari, Sulawesi Tenggara, ke Makassar untuk mencari keberadaan istrinya, Sari Amelia Putri, dan anak perempuannya, Ilsa Nisa Sahra, yang diduga menghilang secara misterius sejak akhir Januari 2026.


Hingga kini, keberadaan ibu dan anak tersebut belum diketahui setelah terakhir kali dilaporkan menumpangi kendaraan umum dari Jeneponto menuju Makassar.


Muhammad Taufik menuturkan, istrinya berpamitan dari rumah keluarga di Kambutta Toa, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, dengan alasan hendak kembali ke Makassar bersama anak keduanya. Namun, sejak keberangkatan itu, komunikasi terputus.


“Awalnya sepupu saya di Jeneponto bilang kalau istri saya mau ke Makassar. Tapi setelah itu saya hubungi, nomor HP-nya sudah tidak aktif,” ujar Taufik kepada iNews Celebes, di Makassar.

Taufik yang saat itu berada di Kendari kemudian menghubungi sopir kendaraan daerah yang mengantar istrinya. Dari keterangan sopir, Sari Amelia Putri dan anaknya tidak turun di rumah keluarga di Tamanyeleng, Desa Taeng, Kabupaten Gowa, melainkan diturunkan di Terminal Malengkeri, Makassar.


“Sopir bilang istri saya turun di Terminal Malengkeri sama anaknya. Katanya ada yang jemput naik motor, orangnya kurus, tinggi, tapi sopir tidak kenal karena pakai helm,” jelasnya.
Sejak saat itu, keberadaan Sari Amelia Putri dan Ilsa Nisa Sahra tidak diketahui. Nomor telepon Sari juga dilaporkan sudah tidak aktif sejak keberangkatan dari Jeneponto.


Bahkan, keesokan harinya Taufik sempat menerima pesan singkat yang meminta agar dirinya tidak melakukan pencarian. Namun, setelah pesan tersebut diterima, nomor pengirim kembali tidak bisa dihubungi.
“Besok siangnya sekitar setengah 12, ada yang chat saya bilang janganmi kita carika karena sama maka ini sekarang. Saya telepon, sudah tidak aktif,” ungkapnya.

Merasa cemas, Taufik berangkat ke Sulawesi Selatan pada Selasa (3/2/2026) dan telah tiga malam berada di Makassar untuk mencari istri dan anaknya.

Upaya pencarian juga ditempuh melalui jalur kepolisian. Ia sempat melapor ke Polres Jeneponto, namun diarahkan ke wilayah Makassar karena lokasi terakhir korban berada di Terminal Malengkeri. Taufik kemudian mendatangi Polsek Rappocini pada Kamis (5/2/2026) sebelum akhirnya diarahkan ke Polsek Tamalate.

“Katanya bisa dibantu cek CCTV, pelacakan nomor sampai IMEI. Tapi HP istri saya memang sudah tidak aktif sejak dari Jeneponto,” katanya.

Muhammad Taufik dan Sari Amelia Putri diketahui telah menikah sejak 2016 dan selama ini tinggal bersama di Kendari. Mereka memiliki dua anak, namun anak pertama telah meninggal dunia. Taufik mengaku istrinya tidak pernah menyampaikan rencana ke Makassar sebelum berpamitan pulang kampung ke Jeneponto.

Ia berharap masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan Sari Amelia Putri dan Ilsa Nisa Sahra dapat segera melapor ke pihak kepolisian terdekat.

“Baru-baru juga saya transferkan uang Rp500 ribu. Saya berharap istri dan anak saya bisa segera ditemukan dan kami kembali berkumpul sebagai keluarga,” pungkasnya.

Sumber: celebes.inews.id

5 Feb 2026

Polda Sulsel Hadir di Lahan Petani, Bulog Gandeng Polri Serap Jagung 306,85 Ton



zonabuser,id, Makassar – Sulsel,  Pimpinan Perum Bulog Sulselbar Fahrozi mengatakan akan menggendeng Polda Sulsel untuk mengejar target penyerapan jagung pada tahun 2026. 

Sinergi dengan Polda Sulsel dinilai sangat krusial karena kehadiran aparat di lapangan membantu pengawasan, pendampingan petani, serta kelancaran distribusi sehingga penyerapan jagung dapat berjalan efektif.

Dengan demikian, dalam dua tahun surplus produksi dan konsumsi jagung meningkat 23,2 persen dari 307,4 ribu ton bertambah menjadi 463,9 ribu ton. Apalagi terdapat kontribusi Polri terhadap produksi jagung mencapai 3,5 juta ton atau 20 persen dari produksi jagung nasional di 2025.

Diketahui, Polda Sulsel melalui gugus tugas ketahanan pangan mendapat arahan dari Kapolri melalui As SDM agar melakukan penanaman jagung dalam rangka membangun sistem pangan yang tangguh, efisien, dan berpihak pada petani pada kuartal 1 tahun 2026

Perintah tersebut telah ditindaklanjuti dengan telah menaman jagung seluas 812 Hektar pertanggal 5 Februari 2026 dan telah menyerap jagung pada gudang bulog sebanyak 306,85 Ton.

Karo SDM Polda Sulsel Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH menyatakan bahwa penyerapan jagung ke bulog merupakan bentuk kerjasama Polda Sulsel dalam mendukung ketahanan pangan.

”Polda Sulsel dengan polisi penggeraknya telah melakukan pemantauan terhadap hasil panen jagung diwilayah sulawesi selata dan memastikan penyerapan akan dilakukan oleh Bulog masing-masing Kabupaten/Kota ucapnya.

Sampai saat ini hasil jagung telah diserap Bulog ulselbar sebanyak 308,85 Ton dan ini akan terus bertambah setiap harinya. Tutupnya.

4 Feb 2026

Polda Sulsel Gelar Sosialisasi KUHP 2023 dan KUHAP 2025 kepada Anggota Polri


zonabuser,id, Makassar- Polda Sulawesi Selatan menggelar kegiatan sosialisasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), bertempat di Aula Mappaoddang Mapolda Sulsel, Rabu (04/02/2026).

Kegiatan sosialisasi ini diikuti langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Sulsel, seluruh Kapolres jajaran, serta personel Polda Sulsel.

Sosialisasi tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Hukum Republik Indonesia, Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum., yang memberikan pemaparan terkait perubahan dan substansi penting dalam regulasi hukum pidana nasional yang baru.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Wakil Menteri Hukum RI atas kesediaannya memberikan pembekalan kepada jajaran Polda Sulsel. Kapolda menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bekal penting bagi personel Polri, khususnya penyidik, dalam menghadapi implementasi aturan hukum yang baru.

“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat tercipta kesamaan persepsi antara penyidik, penuntut umum, serta para praktisi hukum lainnya dalam mengimplementasikan aturan baru. Tantangan ke depan tentu tidak semakin ringan, namun dengan pemahaman hukum yang matang, saya yakin Polri akan semakin profesional, modern, dan terpercaya di mata masyarakat,” ujar Kapolda Sulsel.

Sementara itu, dalam paparannya, Wakil Menteri Hukum RI Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej menjelaskan bahwa sistem hukum pidana nasional saat ini terdiri dari tiga paket undang-undang pidana, yakni Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP, serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Undang-Undang Penyesuaian Pidana.

Ia menyatakan bahwa dalam penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, aparat penegak hukum juga wajib berpedoman pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Hal tersebut dikarenakan di dalam undang-undang penyesuaian pidana terdapat 55 item perubahan terhadap ketentuan dalam KUHP yang baru.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh jajaran Polda Sulsel memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap regulasi hukum pidana terbaru sehingga mampu mengimplementasikannya secara tepat, profesional, dan berkeadilan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Tegas, Karo SDM Polda Sulsel Minta Seluruh Personel Jaga Disiplin dan Etika




zonabuser,id, Makassar - Sulsel, Kepala Biro SDM Polda Sulsel Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH memimpin pelaksanaan apel Satker jajaran Biro SDM Polda Sulsel, Rabu (4/2/2026) pagi.

Apel pagi tersebut dihadiri para Kabag, Kasubbag, Paur, Pamin, Bintara dan ASN Biro SDM Polda Sulsel

Dalam arahannya, Kombes Adi Ferdian Saputra menyampaikan bahwa apel pagi memiliki peran strategis, bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga sarana penyampaian informasi penting, peneguhan disiplin, serta pembentukan karakter personel yang profesional. 

“Apel pagi ini adalah adalah bentuk disiplin kita terhadap organisasi dan juga sebagai kesempatan bagi kita semua untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan memastikan seluruh personel dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga Disiplin dan etika

"Peraturan saat dilembaga pendidikan jangan sampai terabaikan dan kendor, saya minta seluruh personel agar menjaga sikap dan etika, bagaimana kita bisa memberikan pelayanan maksimal kalau kita sendiri tidak disiplin dan menjunjung etika. Terang Karo SDM.

Kegiatan apel pagi ini diharapkan dapat terus menjadi tradisi yang menjaga kedisiplinan serta meningkatkan kualitas komunikasi internal. Dengan terjalinnya koordinasi yang baik antar personel maka pelayanan kepada masyarakat dan personel akan semakin optimal. 

Apel pagi bukan hanya kewajiban, melainkan juga wujud komitmen bersama dalam kesiapan kita memberikan pelayanan kepada personel khususnya kesejahteraan personel Polda Sulsel.

Rangkaian apel berlangsung dengan khidmat, dimulai dari laporan pimpinan apel, pembacaan doa, penyampaian amanat.

Seluruh personel Biro SDM terlihat antusias mengikuti kegiatan dengan penuh disiplin. Suasana kebersamaan dan kekompakan semakin terasa ketika seluruh peserta apel menyatukan sikap dan perhatian dalam mendengarkan arahan.

Usai pelaksanaan apel pagi Karo SDM bersama Kabag dan perwira serta bintara melaksanakan tasyakuran bertempat di ruang PESAT Biro SDM Polda Sulsel.

3 Feb 2026

Manfaatkan Lahan P2B, Biro SDM Polda Sulsel Tanam 550 Bibit Uwi Ungu



zonabuser,id, Makassar – Sulsel, Dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Biro Sumber Daya Manusia (Biro SDM) Polda Sulsel melalui program pekarangan bergizi melakukan penanaman bibit uwi ungu sebanyak 550 bibit, Selasa (3/2/2026)

Penanaman bibit uwi ungu dilaksanakan di lahan Polda Sulsel depan Rusunawa seluas 225 M2 dengan total bibit yang ditanam sebanyak 550 bibit yang telah melalui proses penyemaian selama 2 bulan.

Kegiatan penanaman dihadiri Karo SDM Polda Sulsel Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH, Kabagbinkar AKBP Candra Kurnia Setiawan, SIK, MM, Kasubbagmutjab Kompol Akhmad Rivandy, SIK, M.Si, Kasubbagpangkat Kompol Asriani, Kasubbagrohjas Kompol Mustamin dan para Paur lingkup Biro SDM Polda Sulsel serta Lulusan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) TA. 2025 Polda Sulsel.

Saat ditemu dilokasi tanam, Karo SDM Polda Sulsel Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH menyampaikan bahwa kegiatan penanaman uwi ungu ini sebagai bentuk komitmen dan keseriusan Polda Sulsel dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

”Hari ini Biro SDM Polda Sulsel memanfaatkan lahan P2B untuk menanam 550 bibit Uwi Ungu sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Kegiatan ini melibatkan Bakomsus Pertanian dan diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan lokal serta mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan. Penanaman bibit Uwi Ungu ini juga merupakan upaya Polda Sulsel untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga keamanan pangan di Sulawesi Selatan. Ucap Kombes Adi.

Setelah proses penanaman ditingkat Polda akan kami lanjutkan kepada Polres jajaran untuk juga melaksanakan hal yang sama, bibit kami siapkan dari Polda dan bagaimana Polres juga mendukung program pekarangan pangan bergizi dengan menanam uwi ungu. Tambah Karo SDM.

“Kami ingin Polri khususnya Polda Sulsel menjadi pelopor dalam mengangkat kembali pangan lokal. Uwi ungu bukan sekadar umbi-umbian, tetapi pangan fungsional yang kaya karbohidrat, protein, dan antosianin sebagai antioksidan,” Tutup Kombes Adi.

30 Jan 2026

Karobinkar SSDM Polri Sosialisasi Ketahanan Pangan, Polda Sulsel Target Produksi Jagung 1.275.535 Ton di Tahun 2026



zonabuser,id,  Makassar – Sulsel, Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Sulsel Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, M.H. mengikuti rapat sosialisasi program Polri mendukung ketahanan pangan yang dipimpin Karobinkar SSDM Polri Brigjen Pol Langgeng Purnomor, SIK, MH., Kamis (28/1/2026) bertempat diruang monitoring gedung asessment Biro SDM Polda Sulsel.

Turut hadir mengikuti Sosialisasi Dirbinmas, Dirsamapta, Kabagbinkar dan operator gugus tugas Polda Sulsel

Dalam paparannya Karo Binkar menyampaikan tentang bagaima langkah-langkah dan strategis yang dilakukan seluruh Polda dan Polres dalam meningkatkan strategi produktifitas jagung diseluruh provinsi

”Surat Perintah Kapolri yang terbaru Terkait Gugus Tugas Polri Tahun 2026 pada Tingkat Mabes Polri telah dikeluarkan agar ditiap Polda dan Polres untuk membuat hal yang sama dengan menyinkronkan Sprin Mabes Polri diantaranya : (Pelindung, Pengawas, Ketua Pelaksana, Wakil Ketua, Kaposko, Katim Posko Harian, Katim Quality Control, Bidang Humas,
Bidang Latpram dan Sekretariat mencakup Bidang data dan anev, Bidang IT, Tim Lahan,  Pj Kluster, Bidang Umum, PIC serta Penanggungjawab Jawab 4 Program (PKB, Lahan Produktif, Was Distribusi, Rekrutmen Pers Polri). Imbuhnya


Target kita bagaimana meningkatkan produktifitas jagung di tahun 2026 lebih meningkat dari apa yang btelah diraih di tahun 2025 kemarin, olehnya itu saya sampaikan bahwa secara filosofi atas melindungi akar kuat ; agar sama sama bergotong royong saling mendukung dari jajaran paling bawah, Karo SDM dan  kapolres agar didukung seluruh jajaran karena bagian dari evaluasi. Tambahnya.

Paparan Karobinkar SSDM Polri tersbeut juga menampilkan hasil capaian tanam jagung dan target masing-masing Polda pada kuartal 1 tahun 2026 dimana Polda Sulsel akan menargetkan produktiftasi jagung sebanyak 1.275.535 Ton di tahun 2026

Diakhir paparannya Karobinkar menyampaikan bahwa terhitung 1 Januari 2026 diberlakukan pelaporan harian luasan lahan tanam jagung melalui aplikasi gugus tugas plri mkp agar masing-masing Polda dan Polres melakukan Strategi mempertahankan dan menguatkan swasembada jagun 2026 dengan membentuk 3 kluster Polda utk mencapai target kualitatif dan kuantitaf dimana Target masing-masing 3 kluster yang ditentukan tentunya berbeda dalam capaian.

”Pelaksanaan program Polri dibidang ketahanan pangan merupakan bagian dari implementasi penerapan leadhership unggul para Karo SDM dan Kapolres dijajaran Polda dan Polres. Program ini diposisikan sebagai beban tugas, melainkan sebagai bagian dari ekosistem pertanian yang berintegritas dengan program nasional MBG  sehingga mampu memberikan dampak ekonomis yang menguntungkan bagi anggota Polri dan masyarakat.”Tutupnya.

Usai paparan Karobinkar dilanjutkan paparan penghubung Polri dan Kementar RI dan dilanjutkan paparan Dircegah Kortas Tipikor Bareskrim Polri serta paparan Polda Kalsel

28 Jan 2026

3.728 Hektar Lahan Disiapkan Polda Sulsel Dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan Tahun 2026



zonabuser,id, Makassar – Sulsel, Dalam mencapai target swasembada pangan di tahun 2026, Biro SDM Polda Sulsel proaktif melakukan Anve Harian kepada seluruh Polres jajaran diwilayah hukum Polda Sulsel.

Anev harian tersebut merupakan bukti keseriusan Polda Sulsel dalam mencapai target swasembada pangan jagung di tahun 2026

Kabagbinkar Biro SDM Polda Sulsel AKBP Candra Kurnia Setiawan selaku sekretaris gugus tugas ketahanan pangan Polda Sulsel menyampaikan bahwa di 2026 Polda Sulsel akan berkontribusi swasembada pangan khususnya jagung pakan ditingkat nasional

”Setiap hari kami melakukan anev kepada seluruh Polres dalam memantau dan melihat progres program ketahanan pangan dimasing-masing Kabupaten, ini salahsatu bentuk keseriusan Biro SDM Polda Sulsel dalam menyuplai target nasional khususnya produktifitas jagung pakan” Imbuh AKBP Candra saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (28/1/2026)

Ia menambahkan bahwa anev harian meliputi progres deklarasi lahan, luas lahan yang ditanam perhari, jumlah produktifitas jagung harian, jumlah serapa bulog, harga jagung pipil sampai kegiatan harian yang dilakukan Polres dan Polsek serta kendala yang dihadapi.

”Kami mengecek sejaumana kendala yang dihadapi masing-masing Polres perhari sehingga kami bisa melakukan mitigasi dan langkah-langkah terhadap kendala yang dihadapi, kami libatkan seluruh operator untuk melakukan anve perhari dan kami rangkum untuk dilaporkan kepimpinan baik kepada Mabes maupun kepada Kapolda. Tambahnya.

Sampai saat ini luas lahan yang disiapkan Polda Sulsel dalam mendukung swasembada pangan pada kuartal 1 Tahun 2026 seluas 3.728, 593 Ha

Kapolda Sulsel Pimpin Apel Gabungan Personel Polda Sulsel, Tegaskan Dukungan terhadap Keputusan Kapolri



zonabuser,id,  Makassar- Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., memimpin apel gabungan personel Polda Sulsel yang digelar di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Rabu (28/01/2026).

Apel gabungan tersebut diikuti oleh Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Sulsel, Kapolrestabes, para Kapolres jajaran, serta seluruh personel gabungan Polda Sulsel.

Dalam arahannya, Kapolda Sulsel menyampaikan sejumlah hal penting yang menjadi perhatian dan pedoman bagi seluruh personel dalam pelaksanaan tugas ke depan. Ia menyinggung pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Kapolri dengan DPR RI yang dihadiri oleh Kapolri, seluruh Pejabat Utama Mabes Polri, serta para Kapolda se-Indonesia.

Menurut Kapolda, hasil RDP tersebut telah menjawab berbagai persoalan secara struktural dan merupakan keputusan strategis Kapolri yang harus didukung penuh oleh seluruh jajaran Polri. Oleh karena itu, Kapolda Sulsel menegaskan pentingnya melaksanakan setiap perintah dan kebijakan Kapolri dengan penuh tanggung jawab.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Sulsel juga memerintahkan seluruh anggota agar melaksanakan tugas pokok dengan sebaik-baiknya serta menghindari perbuatan yang dapat menyakiti hati masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga nama baik institusi Polri dan melaksanakan setiap kebijakan pimpinan dengan sepenuh hati.

Menutup arahannya, Kapolda Sulsel mengingatkan seluruh personel untuk tetap setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Presiden Republik Indonesia, dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Ia juga berpesan agar seluruh anggota senantiasa menjaga kesehatan, kebersamaan, soliditas, serta terus menjaga kehormatan dan citra institusi Polri dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
© Copyright 2018 ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI | All Right Reserved