Makassar
-->

12 Feb 2026

SAKIP dan ZI AWARD 2025, Biro SDM Polda Sulsel Berhasil Raih WBBM



zonabuser,id, Makassar – Sulsel, Komitmen Biro SDM Polda Sulsel dalam mengakselerasi reformasi birokrasi kembali menorehkan prestasi dengan diraihnya predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Rabu (11/2/2026).

Penghargaan prestisius ini diumumkan dalam forum SAKIP dan Zona Integritas (ZI) Award 2025 yang digelar di Jakarta dan diikuti secara daring oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulsel Briggjen Pol Nasri, SIK, bersama Irwasda, Karo SDM dan pejabat utama Polda Sulsel serta Tim Pembangunan ZI-WBBM, dan para personel Biro SDM Polda Sulsel.

Dalam sambutannya, Menteri PANRB Rini Widyantini menyampaikan bahwa reformasi birokrasi menjadi fondasi strategis dalam membangun tata kelola pemerintahan yang kuat, transparan, dan berintegritas sekaligus menempatkan SAKIP dan pembangunan Zona Integritas sebagai instrumen penting dalam transformasi kinerja birokrasi.

Pembangunan Zona Integritas ditegaskan oleh Menteri PANRB merupakan instrumen konkret untuk membangun budaya kerja yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pelayanan publik. Pada tahun 2025, sebanyak 297 instansi pemerintah berpartisipasi dalam program ini, dan 133 unit kerja berhasil meraih predikat WBK dan/atau WBBM. Biro SDM Polda Sulsel menjadi salah satu unit kerja yang dinilai memenuhi standar ketat tersebut.

“Predikat WBBM bukan sekadar capaian simbolik, melainkan representasi dari sistem manajemen kinerja yang terukur, penguatan pengawasan internal, penataan tata laksana, serta peningkatan kualitas layanan publik yang berdampak nyata.” Terang Menpan RB

Menteri PANRB mengingatkan bahwa penghargaan ini juga harus dimaknai sebagai komitmen berkelanjutan. Para penerima apresiasi diharapkan mampu menjaga standar integritas, memperkuat orientasi pada hasil dan dampak, serta tampil sebagai role model dan agen perubahan di lingkungan pemerintahan masing-masing.

Predikat WBBM tersebut menjadi tonggak strategis dalam transformasi kelembagaan Biro SDM Polda Sulsel, Capaian ini sekaligus merepresentasikan dukungan konkret terhadap agenda reformasi Polri dalam menghadirkan pelayanan publik yang transparan,  profesional, kredibel, dan responsif terhadap dinamika serta kebutuhan masyarakat dan personel

Biro SDM Polda Sulsel telah berjuang selama 2 tahun dalam meraih predikat WBBM, Alhamdulillah dengan kerja keras kami bisa berhasil meraih tahun ini. Tentunya dengan capaian ini kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan transparan dan sepenuh hati, Terimakasih kepada seluruh personel Biro SDM Polda Sulsel atas semangat kerja yang telah diberikan menjadi agen perubahan untuk menjadi lebih baik. Ucap Karo SDM Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH

11 Feb 2026

Tak Ada Kabar Sejak dari Jeneponto, Suami Cari Istri dan Anak yang Diduga Hilang di Makassar

Sumber Foto (celebes.inews.id)

zonabuser,id, Makassar – Seorang pria bernama Muhammad Taufik datang jauh dari Kendari, Sulawesi Tenggara, ke Makassar untuk mencari keberadaan istrinya, Sari Amelia Putri, dan anak perempuannya, Ilsa Nisa Sahra, yang diduga menghilang secara misterius sejak akhir Januari 2026.


Hingga kini, keberadaan ibu dan anak tersebut belum diketahui setelah terakhir kali dilaporkan menumpangi kendaraan umum dari Jeneponto menuju Makassar.


Muhammad Taufik menuturkan, istrinya berpamitan dari rumah keluarga di Kambutta Toa, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, dengan alasan hendak kembali ke Makassar bersama anak keduanya. Namun, sejak keberangkatan itu, komunikasi terputus.


“Awalnya sepupu saya di Jeneponto bilang kalau istri saya mau ke Makassar. Tapi setelah itu saya hubungi, nomor HP-nya sudah tidak aktif,” ujar Taufik kepada iNews Celebes, di Makassar.

Taufik yang saat itu berada di Kendari kemudian menghubungi sopir kendaraan daerah yang mengantar istrinya. Dari keterangan sopir, Sari Amelia Putri dan anaknya tidak turun di rumah keluarga di Tamanyeleng, Desa Taeng, Kabupaten Gowa, melainkan diturunkan di Terminal Malengkeri, Makassar.


“Sopir bilang istri saya turun di Terminal Malengkeri sama anaknya. Katanya ada yang jemput naik motor, orangnya kurus, tinggi, tapi sopir tidak kenal karena pakai helm,” jelasnya.
Sejak saat itu, keberadaan Sari Amelia Putri dan Ilsa Nisa Sahra tidak diketahui. Nomor telepon Sari juga dilaporkan sudah tidak aktif sejak keberangkatan dari Jeneponto.


Bahkan, keesokan harinya Taufik sempat menerima pesan singkat yang meminta agar dirinya tidak melakukan pencarian. Namun, setelah pesan tersebut diterima, nomor pengirim kembali tidak bisa dihubungi.
“Besok siangnya sekitar setengah 12, ada yang chat saya bilang janganmi kita carika karena sama maka ini sekarang. Saya telepon, sudah tidak aktif,” ungkapnya.

Merasa cemas, Taufik berangkat ke Sulawesi Selatan pada Selasa (3/2/2026) dan telah tiga malam berada di Makassar untuk mencari istri dan anaknya.

Upaya pencarian juga ditempuh melalui jalur kepolisian. Ia sempat melapor ke Polres Jeneponto, namun diarahkan ke wilayah Makassar karena lokasi terakhir korban berada di Terminal Malengkeri. Taufik kemudian mendatangi Polsek Rappocini pada Kamis (5/2/2026) sebelum akhirnya diarahkan ke Polsek Tamalate.

“Katanya bisa dibantu cek CCTV, pelacakan nomor sampai IMEI. Tapi HP istri saya memang sudah tidak aktif sejak dari Jeneponto,” katanya.

Muhammad Taufik dan Sari Amelia Putri diketahui telah menikah sejak 2016 dan selama ini tinggal bersama di Kendari. Mereka memiliki dua anak, namun anak pertama telah meninggal dunia. Taufik mengaku istrinya tidak pernah menyampaikan rencana ke Makassar sebelum berpamitan pulang kampung ke Jeneponto.

Ia berharap masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan Sari Amelia Putri dan Ilsa Nisa Sahra dapat segera melapor ke pihak kepolisian terdekat.

“Baru-baru juga saya transferkan uang Rp500 ribu. Saya berharap istri dan anak saya bisa segera ditemukan dan kami kembali berkumpul sebagai keluarga,” pungkasnya.

Sumber: celebes.inews.id

5 Feb 2026

Polda Sulsel Hadir di Lahan Petani, Bulog Gandeng Polri Serap Jagung 306,85 Ton



zonabuser,id, Makassar – Sulsel,  Pimpinan Perum Bulog Sulselbar Fahrozi mengatakan akan menggendeng Polda Sulsel untuk mengejar target penyerapan jagung pada tahun 2026. 

Sinergi dengan Polda Sulsel dinilai sangat krusial karena kehadiran aparat di lapangan membantu pengawasan, pendampingan petani, serta kelancaran distribusi sehingga penyerapan jagung dapat berjalan efektif.

Dengan demikian, dalam dua tahun surplus produksi dan konsumsi jagung meningkat 23,2 persen dari 307,4 ribu ton bertambah menjadi 463,9 ribu ton. Apalagi terdapat kontribusi Polri terhadap produksi jagung mencapai 3,5 juta ton atau 20 persen dari produksi jagung nasional di 2025.

Diketahui, Polda Sulsel melalui gugus tugas ketahanan pangan mendapat arahan dari Kapolri melalui As SDM agar melakukan penanaman jagung dalam rangka membangun sistem pangan yang tangguh, efisien, dan berpihak pada petani pada kuartal 1 tahun 2026

Perintah tersebut telah ditindaklanjuti dengan telah menaman jagung seluas 812 Hektar pertanggal 5 Februari 2026 dan telah menyerap jagung pada gudang bulog sebanyak 306,85 Ton.

Karo SDM Polda Sulsel Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH menyatakan bahwa penyerapan jagung ke bulog merupakan bentuk kerjasama Polda Sulsel dalam mendukung ketahanan pangan.

”Polda Sulsel dengan polisi penggeraknya telah melakukan pemantauan terhadap hasil panen jagung diwilayah sulawesi selata dan memastikan penyerapan akan dilakukan oleh Bulog masing-masing Kabupaten/Kota ucapnya.

Sampai saat ini hasil jagung telah diserap Bulog ulselbar sebanyak 308,85 Ton dan ini akan terus bertambah setiap harinya. Tutupnya.

4 Feb 2026

Polda Sulsel Gelar Sosialisasi KUHP 2023 dan KUHAP 2025 kepada Anggota Polri


zonabuser,id, Makassar- Polda Sulawesi Selatan menggelar kegiatan sosialisasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), bertempat di Aula Mappaoddang Mapolda Sulsel, Rabu (04/02/2026).

Kegiatan sosialisasi ini diikuti langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Sulsel, seluruh Kapolres jajaran, serta personel Polda Sulsel.

Sosialisasi tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Hukum Republik Indonesia, Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum., yang memberikan pemaparan terkait perubahan dan substansi penting dalam regulasi hukum pidana nasional yang baru.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Wakil Menteri Hukum RI atas kesediaannya memberikan pembekalan kepada jajaran Polda Sulsel. Kapolda menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bekal penting bagi personel Polri, khususnya penyidik, dalam menghadapi implementasi aturan hukum yang baru.

“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat tercipta kesamaan persepsi antara penyidik, penuntut umum, serta para praktisi hukum lainnya dalam mengimplementasikan aturan baru. Tantangan ke depan tentu tidak semakin ringan, namun dengan pemahaman hukum yang matang, saya yakin Polri akan semakin profesional, modern, dan terpercaya di mata masyarakat,” ujar Kapolda Sulsel.

Sementara itu, dalam paparannya, Wakil Menteri Hukum RI Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej menjelaskan bahwa sistem hukum pidana nasional saat ini terdiri dari tiga paket undang-undang pidana, yakni Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP, serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Undang-Undang Penyesuaian Pidana.

Ia menyatakan bahwa dalam penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, aparat penegak hukum juga wajib berpedoman pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Hal tersebut dikarenakan di dalam undang-undang penyesuaian pidana terdapat 55 item perubahan terhadap ketentuan dalam KUHP yang baru.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh jajaran Polda Sulsel memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap regulasi hukum pidana terbaru sehingga mampu mengimplementasikannya secara tepat, profesional, dan berkeadilan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Tegas, Karo SDM Polda Sulsel Minta Seluruh Personel Jaga Disiplin dan Etika




zonabuser,id, Makassar - Sulsel, Kepala Biro SDM Polda Sulsel Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH memimpin pelaksanaan apel Satker jajaran Biro SDM Polda Sulsel, Rabu (4/2/2026) pagi.

Apel pagi tersebut dihadiri para Kabag, Kasubbag, Paur, Pamin, Bintara dan ASN Biro SDM Polda Sulsel

Dalam arahannya, Kombes Adi Ferdian Saputra menyampaikan bahwa apel pagi memiliki peran strategis, bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga sarana penyampaian informasi penting, peneguhan disiplin, serta pembentukan karakter personel yang profesional. 

“Apel pagi ini adalah adalah bentuk disiplin kita terhadap organisasi dan juga sebagai kesempatan bagi kita semua untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan memastikan seluruh personel dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga Disiplin dan etika

"Peraturan saat dilembaga pendidikan jangan sampai terabaikan dan kendor, saya minta seluruh personel agar menjaga sikap dan etika, bagaimana kita bisa memberikan pelayanan maksimal kalau kita sendiri tidak disiplin dan menjunjung etika. Terang Karo SDM.

Kegiatan apel pagi ini diharapkan dapat terus menjadi tradisi yang menjaga kedisiplinan serta meningkatkan kualitas komunikasi internal. Dengan terjalinnya koordinasi yang baik antar personel maka pelayanan kepada masyarakat dan personel akan semakin optimal. 

Apel pagi bukan hanya kewajiban, melainkan juga wujud komitmen bersama dalam kesiapan kita memberikan pelayanan kepada personel khususnya kesejahteraan personel Polda Sulsel.

Rangkaian apel berlangsung dengan khidmat, dimulai dari laporan pimpinan apel, pembacaan doa, penyampaian amanat.

Seluruh personel Biro SDM terlihat antusias mengikuti kegiatan dengan penuh disiplin. Suasana kebersamaan dan kekompakan semakin terasa ketika seluruh peserta apel menyatukan sikap dan perhatian dalam mendengarkan arahan.

Usai pelaksanaan apel pagi Karo SDM bersama Kabag dan perwira serta bintara melaksanakan tasyakuran bertempat di ruang PESAT Biro SDM Polda Sulsel.

3 Feb 2026

Manfaatkan Lahan P2B, Biro SDM Polda Sulsel Tanam 550 Bibit Uwi Ungu



zonabuser,id, Makassar – Sulsel, Dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Biro Sumber Daya Manusia (Biro SDM) Polda Sulsel melalui program pekarangan bergizi melakukan penanaman bibit uwi ungu sebanyak 550 bibit, Selasa (3/2/2026)

Penanaman bibit uwi ungu dilaksanakan di lahan Polda Sulsel depan Rusunawa seluas 225 M2 dengan total bibit yang ditanam sebanyak 550 bibit yang telah melalui proses penyemaian selama 2 bulan.

Kegiatan penanaman dihadiri Karo SDM Polda Sulsel Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH, Kabagbinkar AKBP Candra Kurnia Setiawan, SIK, MM, Kasubbagmutjab Kompol Akhmad Rivandy, SIK, M.Si, Kasubbagpangkat Kompol Asriani, Kasubbagrohjas Kompol Mustamin dan para Paur lingkup Biro SDM Polda Sulsel serta Lulusan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) TA. 2025 Polda Sulsel.

Saat ditemu dilokasi tanam, Karo SDM Polda Sulsel Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH menyampaikan bahwa kegiatan penanaman uwi ungu ini sebagai bentuk komitmen dan keseriusan Polda Sulsel dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

”Hari ini Biro SDM Polda Sulsel memanfaatkan lahan P2B untuk menanam 550 bibit Uwi Ungu sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Kegiatan ini melibatkan Bakomsus Pertanian dan diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan lokal serta mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan. Penanaman bibit Uwi Ungu ini juga merupakan upaya Polda Sulsel untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga keamanan pangan di Sulawesi Selatan. Ucap Kombes Adi.

Setelah proses penanaman ditingkat Polda akan kami lanjutkan kepada Polres jajaran untuk juga melaksanakan hal yang sama, bibit kami siapkan dari Polda dan bagaimana Polres juga mendukung program pekarangan pangan bergizi dengan menanam uwi ungu. Tambah Karo SDM.

“Kami ingin Polri khususnya Polda Sulsel menjadi pelopor dalam mengangkat kembali pangan lokal. Uwi ungu bukan sekadar umbi-umbian, tetapi pangan fungsional yang kaya karbohidrat, protein, dan antosianin sebagai antioksidan,” Tutup Kombes Adi.

30 Jan 2026

Karobinkar SSDM Polri Sosialisasi Ketahanan Pangan, Polda Sulsel Target Produksi Jagung 1.275.535 Ton di Tahun 2026



zonabuser,id,  Makassar – Sulsel, Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Sulsel Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, M.H. mengikuti rapat sosialisasi program Polri mendukung ketahanan pangan yang dipimpin Karobinkar SSDM Polri Brigjen Pol Langgeng Purnomor, SIK, MH., Kamis (28/1/2026) bertempat diruang monitoring gedung asessment Biro SDM Polda Sulsel.

Turut hadir mengikuti Sosialisasi Dirbinmas, Dirsamapta, Kabagbinkar dan operator gugus tugas Polda Sulsel

Dalam paparannya Karo Binkar menyampaikan tentang bagaima langkah-langkah dan strategis yang dilakukan seluruh Polda dan Polres dalam meningkatkan strategi produktifitas jagung diseluruh provinsi

”Surat Perintah Kapolri yang terbaru Terkait Gugus Tugas Polri Tahun 2026 pada Tingkat Mabes Polri telah dikeluarkan agar ditiap Polda dan Polres untuk membuat hal yang sama dengan menyinkronkan Sprin Mabes Polri diantaranya : (Pelindung, Pengawas, Ketua Pelaksana, Wakil Ketua, Kaposko, Katim Posko Harian, Katim Quality Control, Bidang Humas,
Bidang Latpram dan Sekretariat mencakup Bidang data dan anev, Bidang IT, Tim Lahan,  Pj Kluster, Bidang Umum, PIC serta Penanggungjawab Jawab 4 Program (PKB, Lahan Produktif, Was Distribusi, Rekrutmen Pers Polri). Imbuhnya


Target kita bagaimana meningkatkan produktifitas jagung di tahun 2026 lebih meningkat dari apa yang btelah diraih di tahun 2025 kemarin, olehnya itu saya sampaikan bahwa secara filosofi atas melindungi akar kuat ; agar sama sama bergotong royong saling mendukung dari jajaran paling bawah, Karo SDM dan  kapolres agar didukung seluruh jajaran karena bagian dari evaluasi. Tambahnya.

Paparan Karobinkar SSDM Polri tersbeut juga menampilkan hasil capaian tanam jagung dan target masing-masing Polda pada kuartal 1 tahun 2026 dimana Polda Sulsel akan menargetkan produktiftasi jagung sebanyak 1.275.535 Ton di tahun 2026

Diakhir paparannya Karobinkar menyampaikan bahwa terhitung 1 Januari 2026 diberlakukan pelaporan harian luasan lahan tanam jagung melalui aplikasi gugus tugas plri mkp agar masing-masing Polda dan Polres melakukan Strategi mempertahankan dan menguatkan swasembada jagun 2026 dengan membentuk 3 kluster Polda utk mencapai target kualitatif dan kuantitaf dimana Target masing-masing 3 kluster yang ditentukan tentunya berbeda dalam capaian.

”Pelaksanaan program Polri dibidang ketahanan pangan merupakan bagian dari implementasi penerapan leadhership unggul para Karo SDM dan Kapolres dijajaran Polda dan Polres. Program ini diposisikan sebagai beban tugas, melainkan sebagai bagian dari ekosistem pertanian yang berintegritas dengan program nasional MBG  sehingga mampu memberikan dampak ekonomis yang menguntungkan bagi anggota Polri dan masyarakat.”Tutupnya.

Usai paparan Karobinkar dilanjutkan paparan penghubung Polri dan Kementar RI dan dilanjutkan paparan Dircegah Kortas Tipikor Bareskrim Polri serta paparan Polda Kalsel
© Copyright 2018 ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI | All Right Reserved