Makassar
-->

22 Jan 2026

Kontrol Ruang Kerja, Karo SDM Polda Sulsel : Mari Berbuat Untuk Institusi Polri Yang Tercinta

Kombes Adi Ferdian memulai pada ruang Bagwatpers dilanjutkan ruang Subbagrenmin dan ruang Bagbinkar serta ruang PESAT.

zonabuser,id, Makassar - Sulsel, Usai resmi dilantik menjadi Kepala Biro SDM (KARO SDM) Polda Sulsel oleh Kapolda Sulsel tanggal 20 Januari 2026 kemarin, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH mengawali tugasnya dengan berbenah

Langkah langkah pembenahan yang dilakukan diawali dengan mengecek ruang-ruang pelayanan Biro SDM Polda Sulsel

Kombes Adi Ferdian memulai pada ruang Bagwatpers dilanjutkan ruang Subbagrenmin dan ruang Bagbinkar serta ruang PESAT.

Kegiatan tersebut didampingi Kabagbinkar AKBP Candra Kurnia Setiawan

Saya ingin memastikan ruang pelayanan berjalan dengan baik efektif, tampilan kita dinyatakan siap melayani jika ruang bersih dan tertata dengan baik. Ucapnya saat melakukan pengecekan, Kamis (22/1/2026)

Mari kita berbenah dan melanjutkan apa yang telah dilakukan pejabat Karo SDM yang lama Bapak Kombes Aris, silahkan seluruh personel Biro SDM Polda Sulsel terus memacu diri untuk berinovasi dan berkarya untuk Institusi Polri yang kita cintai bersama. Tutupnya

21 Jan 2026

Ini Jumlah Bantuan Dana Pemprov Sulsel untuk Operasional Kecelakaan Pesawat ATR 42-500


zonabuser,id, Makassar-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalokasikan anggaran operasional sebesar Rp2,5 miliar untuk mendukung proses pencarian pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, wilayah perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros, pada Sabtu (17/1/2026).

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa anggaran tersebut bersumber dari bantuan kebencanaan dan difokuskan untuk menunjang seluruh rangkaian operasi pencarian di lapangan.


“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan sekitar Rp2,5 miliar bantuan kebencanaan untuk mendukung pengerahan personel dan operasional pencarian pesawat ATR 42-500,” ujar Andi Sudirman dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (20/1/2026).


Ia menjelaskan, dana tersebut digunakan untuk kebutuhan logistik, transportasi, serta koordinasi lintas instansi yang terlibat dalam operasi pencarian, termasuk TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan unsur relawan.


Pesawat ATR 42-500 tersebut diketahui melayani rute penerbangan Yogyakarta–Makassar dan dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya diduga jatuh di kawasan pegunungan yang memiliki medan ekstrem dan sulit dijangkau.

20 Jan 2026

Polda Sulsel Lakukan Rotasi Jabatan, Kapolda Pimpin Langsung Sertijab dan Pelantikan




zonabuser,id, Makassar-Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran serta Pelantikan Jabatan Direktur Reserse Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sulsel. Kegiatan berlangsung di Aula Mappaodang Mapolda Sulsel, Selasa (20/01/2026).

Upacara tersebut dihadiri Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Sulsel, serta Kapolres jajaran. Hadir pula para pengurus Bhayangkari Daerah Sulawesi Selatan.

Kapolda Sulsel menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang lumrah sebagai bagian dari pembinaan karier, peningkatan kinerja, dan penyegaran organisasi. Kapolda juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pejabat lama atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sulawesi Selatan.

Adapun pejabat yang melaksanakan sertijab yakni Karo SDM, Dirlantas, Kabidkum, Kapolres Jeneponto, dan Kapolres Sinjai, serta pelantikan jabatan Dirres PPA dan PPO Polda Sulsel.

Jabatan Karo SDM Polda Sulsel yang sebelumnya dijabat Kombes Pol. Aris Haryanto, S.I.K., M.Hum., kini mengemban amanah baru sebagai Kabagkompeten Robinkar SSDM Polri. Jabatan tersebut selanjutnya diemban oleh Kombes Pol. Adi Ferdian Saputra, S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat Karo SDM Polda Lampung.

Jabatan Dirlantas Polda Sulsel yang sebelumnya dijabat Kombes Pol. Karisman, S.I.K., M.Si., kini diangkat sebagai Kabagrenops Robinops Stamaops Polri. Posisinya digantikan oleh Kombes Pol. Pria Budi, S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Kurikulum Lemdik Polri.

Sementara itu, jabatan Kabidkum Polda Sulsel yang sebelumnya diemban Kombes Pol. Ade Indrawan, S.I.K., M.H., kini menjabat sebagai Analis dan Advokasi Hukum Kepolisian Madya Tk. II Divkum Polri. Jabatan Kabidkum Polda Sulsel selanjutnya diisi oleh Kombes Pol. Hery Marwanto, S.H., yang sebelumnya menjabat Kabid TIK Polda Maluku.

Untuk jabatan Kapolres Jeneponto, AKBP Widi Setiawan, S.I.K., M.I.K., mendapat penugasan baru sebagai Kasubbaglog Setlem Sespim Lemdiklat Polri. Jabatan Kapolres Jeneponto kini dijabat oleh AKBP Haryo Basuki, S.I.K., M.H., yang sebelumnya bertugas sebagai Kasubbiddal Bidkeu Mabes Polri.

Selanjutnya, jabatan Kapolres Sinjai yang sebelumnya dijabat AKBP Harry Azhar Hasry, S.I.K., M.H., kini diangkat sebagai Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri. Jabatan Kapolres Sinjai diserahterimakan kepada AKBP Jamal Fathur Rakhman, S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat Kasubbid Paminal Bidpropam Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Sulsel juga melantik Kombes Pol. Osva, S.I.K., M.Si., sebagai Dirres PPA dan PPO Polda Sulsel. Sebelumnya, Kombes Pol. Osva menjabat sebagai Kabagstrajemen Rorena Polda Riau.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan acara ramah tamah sebagai wujud kebersamaan dan silaturahmi antara pejabat lama dan pejabat baru di lingkungan Polda Sulawesi Selatan.

19 Jan 2026

Biddokkes Polda Sulsel Gelar Press Release Penanganan Korban Laka Pesawat ATR 42-500

Polda Sulawesi Selatan menggelar press release terkait penanganan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. 


zonabuser,id, Makassar – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan menggelar press release terkait penanganan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Kegiatan tersebut berlangsung di Biddokkes Polda Sulsel, Senin (19/1/2026).

Press release dipimpin Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H.,


Press release dipimpin Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., bersama Kabiddokkes Polda Sulsel, perwakilan Pusdokkes Polri selaku Kabid DVI, serta Bareskrim Polri melalui Kabiddaktikkrim Pusident.

Kabid Humas Polda Sulsel menyampaikan bahwa Polda Sulsel telah mengerahkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) dalam penanganan korban kecelakaan pesawat tersebut. Tim DVI ini diperkuat oleh DVI Pusdokkes Polri serta Tim Pusident Bareskrim Polri.

“Hingga saat ini, kami telah melaksanakan pengumpulan data awal atau antemortem terhadap keluarga korban. Sebanyak delapan keluarga korban telah dilakukan pemeriksaan,” ujar Kabid Humas.

Pengumpulan data antemortem meliputi data DNA, data medis, serta data administrasi milik korban. Sementara itu, dua keluarga korban lainnya masih dalam proses pengumpulan data.
Berdasarkan data manifes dari pihak maskapai penerbangan dan keterangan Kementerian Perhubungan Udara, total korban dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 berjumlah 10 orang, terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang.

Kabid Humas menjelaskan, setelah seluruh data antemortem terkumpul, Tim DVI akan melaksanakan tahapan postmortem. Proses tersebut dilakukan setelah adanya penyerahan korban atau temuan lainnya dari tim pencarian yang dipimpin oleh Basarnas.

“Data antemortem dan postmortem akan dicocokkan untuk memastikan identitas korban. Setelah proses pencocokan selesai, barulah dapat disimpulkan kesesuaian antara korban yang ditemukan dengan data manifes dari pihak maskapai maupun Kementerian Perhubungan Udara,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses identifikasi dilakukan secara profesional, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan baik secara hukum maupun keilmuan.

“Hasil identifikasi ini juga dapat dimanfaatkan oleh keluarga korban untuk kepentingan lanjutan, seperti pengurusan asuransi dan administrasi lainnya,” tutup Kabid Humas Polda Sulsel.

18 Jan 2026

Polda Sulsel Kerahkan Tim Gabungan Cari Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros–Pangkep


zonabuser,id, Makassar-Polda Sulawesi Selatan bergerak cepat memaksimalkan upaya pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport rute Yogyakarta–Makassar yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 Wita.

Informasi awal hilangnya kontak pesawat dengan nomor registrasi PK-THT diterima dari General Manager AirNav Makassar. Berdasarkan data awal, pesawat diperkirakan berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polda Sulsel langsung mengerahkan personel Polres Maros dan personel Polres Pangkep yang diperkuat unsur TNI, Basarnas, BPBD, Brimob Polda Sulsel, Dit Samapta Polda Sulsel, Paskhas TNI AU, serta berbagai potensi SAR lainnya untuk melakukan pencarian di lokasi yang diduga menjadi titik terakhir kontak pesawat.

Polda Sulsel juga mengerahkan personel SAR dari satuan Brimob dan Samapta guna memperkuat tim gabungan di lapangan. Berdasarkan manifest terbaru dari pihak maskapai, pesawat tersebut membawa 10 orang, terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang. Perubahan manifest terjadi akibat pergantian kru sebelum keberangkatan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Hingga Sabtu malam, objek pesawat belum ditemukan. Proses pencarian terkendala cuaca berkabut, hujan gerimis, serta kondisi medan pegunungan yang terjal. Atas pertimbangan keselamatan personel, pencarian sementara dihentikan dan dilanjutkan kembali pada Minggu (18/1/2026) pagi.

Sebagai langkah penguatan koordinasi, Posko Induk gabungan Basarnas dan TNI–Polri dipindahkan ke Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, serta didirikan posko pendukung di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Pencarian difokuskan pada dua jalur utama, yakni wilayah Balocci, Pangkep dan Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Maros.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Basarnas, TNI, dan seluruh unsur terkait untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan secara terpadu.

“Kami telah mengambil langkah-langkah strategis, termasuk pembentukan posko dan penguatan personel di lapangan, guna mendukung operasi pencarian,” ujar Kapolda saat konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (18/1/2026).

Kapolda juga menambahkan, RS Bhayangkara Makassar telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan untuk pelaksanaan pemeriksaan antemortem. Rumah sakit tersebut didukung oleh tim DVI Mabes Polri, dengan personel khusus yang telah disiapkan.

Polda Sulsel memastikan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan mengerahkan kemampuan terbaik untuk memaksimalkan proses pencarian, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel serta memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi medan di lokasi pencarian.

7 Jan 2026

AMSINDO Sulselbar: Negara Harus Hadir, Pengaduan Umrah Subsidi Jangan Dibiarkan Menggantung


zonabuser,id, Makassar — Asosiasi Media Sosial dan Siber Indonesia (AMSINDO) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) mendesak Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) untuk mengambil langkah tegas dan memberikan kepastian hukum atas sejumlah pengaduan masyarakat terkait program umrah subsidi yang hingga kini dinilai belum menunjukkan kejelasan penanganan.


Ketua AMSINDO Sulselbar, Muh. Najib M, menyatakan bahwa desakan tersebut merupakan bentuk kepedulian publik terhadap marwah penegakan hukum, perlindungan masyarakat, serta upaya menjaga kepercayaan terhadap institusi kepolisian. Ia menegaskan, sikap AMSINDO tidak dimaksudkan sebagai tuduhan terhadap pihak tertentu.

“Kami meyakini Polda Sulsel bekerja secara profesional dan berintegritas. Namun ketika pengaduan masyarakat terus terakumulasi dan pelapor belum memperoleh kejelasan, negara wajib hadir melalui proses hukum yang transparan, terukur, dan dapat dirasakan publik,” ujar Muh. Najib M.


Ia mengungkapkan, sejumlah warga mengaku telah memenuhi kewajiban pembayaran dalam skema program umrah subsidi yang ditawarkan. Namun hingga batas waktu yang dijanjikan, kepastian keberangkatan belum terealisasi, sehingga para peserta menempuh jalur pengaduan resmi ke aparat penegak hukum.


Menurutnya, minimnya informasi terkait perkembangan penanganan laporan berpotensi memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat, meskipun hal tersebut belum tentu mencerminkan kondisi internal kepolisian.

“Yang dibutuhkan publik saat ini bukan kegaduhan, melainkan kejelasan. Ketika proses hukum berjalan terbuka dan komunikatif, kepercayaan masyarakat akan tumbuh, dan citra kepolisian justru semakin kuat,” tambahnya.

Soroti Dinamika Tekanan di Ruang Digital

Selain persoalan kepastian hukum, AMSINDO Sulselbar juga menyoroti dinamika lanjutan di ruang digital yang dinilai berpotensi menimbulkan tekanan psikologis, intimidasi, atau rasa tidak aman, khususnya bagi pihak-pihak yang menyuarakan pengaduan serta melakukan advokasi publik.

AMSINDO mencatat adanya unggahan terbuka di media sosial yang memuat sayembara pencarian admin akun media sosial tertentu, sebagaimana diberitakan sejumlah media daring. Secara sosiologis dan psikologis, hal tersebut dinilai berpotensi dimaknai sebagai bentuk tekanan atau ancaman, meskipun penilaian unsur hukumnya sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

“Kami tidak menilai motif maupun unsur pidana dari unggahan tersebut. Namun sebagai organisasi yang bergerak di bidang media siber, kami berkewajiban mengingatkan bahwa praktik semacam ini berpotensi memicu ketakutan, intimidasi, bahkan konflik horizontal di ruang digital,” tegas Muh. Najib M.

Ia juga menyebutkan, sejumlah anggota dan jejaring AMSINDO mengaku menerima pesan bernada tekanan di media sosial sejak isu ini mencuat. Oleh karena itu, AMSINDO menilai kehadiran aparat kepolisian secara preventif penting guna mencegah eskalasi yang tidak diinginkan.

“Ini bukan soal siapa benar atau salah, tetapi soal menjaga ruang publik tetap sehat, aman, dan beradab. Kami meyakini Kapolda Sulsel memiliki komitmen kuat dalam menjaga situasi kamtibmas, termasuk di ruang digital,” ujarnya.

Penegasan Kesetaraan di Hadapan Hukum

Terkait penyebutan nama Putriana Hamda Dakka atau Putri Dakka, AMSINDO Sulselbar menegaskan bahwa hal tersebut merujuk pada laporan dan pengaduan yang telah beredar di ruang publik, tanpa bermaksud menyimpulkan atau mendahului proses hukum yang sedang berjalan.

“Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Melalui proses yang profesional, transparan, dan berkeadilan, tidak akan ada ruang bagi anggapan kebal hukum maupun perlakuan khusus,” tegas Muh. Najib M.

AMSINDO Sulselbar menyatakan akan terus mengawal isu ini secara etik, objektif, dan bertanggung jawab. Pihaknya berharap Polda Sulsel dapat menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara proporsional, sekaligus mengantisipasi potensi intimidasi dan gangguan keamanan di ruang digital demi menjaga kepercayaan publik, kehormatan institusi kepolisian, serta rasa keadilan di tengah masyarakat.


Redaksi// Seluruh isi, pernyataan, data, dan keterangan yang dimuat dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penuh sumber informasi. Redaksi hanya memuat dan menyajikan sebagaimana disampaikan oleh narasumber, serta tidak bertanggung jawab atas keakuratan, konsekuensi hukum, maupun dampak yang timbul dari informasi tersebut.

6 Jan 2026

Kapolda Sulsel Pimpin Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang I T.A. 2026


zonabuser,id, Makassar-Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., memimpin Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulsel, Selasa (06/01/2026).

Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2026

Upacara pembukaan ini dihadiri Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Sulsel, serta jajaran pendidik dan pengasuh SPN Polda Sulsel. Hadir pula Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel Ny. Upi Djuhandhani dan para Pengurus Bhayangkari Daerah Sulsel. Sebanyak 940 siswa resmi mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang I T.A. 2026 di SPN Polda Sulsel.

Dalam amanat Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si., yang dibacakan oleh Kapolda Sulsel, disampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta didik yang telah dinyatakan lulus seleksi dan ditetapkan sebagai peserta didik Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2026.

Kalemdiklat Polri menegaskan bahwa rekrutmen Bintara Polri merupakan bagian dari upaya strategis pembangunan sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, dan berintegritas guna menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks dan dinamis, serta dalam rangka penanggulangan kejahatan berintensitas tinggi.

Selama proses pendidikan, peserta didik akan dibentuk mental, kepribadian, dan karakter kebhayangkaraan dengan berlandaskan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya. Pendidikan ini diharapkan mampu mencetak personel Polri yang menjunjung tinggi Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pendidikan pembentukan ini bukan hanya proses transfer pengetahuan dan keterampilan, namun juga pembentukan karakter sebagai insan Bhayangkara yang berperan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus penjaga kehidupan, pembangun peradaban, serta pejuang kemanusiaan.

Di akhir amanatnya, Kapolda Sulsel berharap seluruh peserta didik dapat mengikuti pendidikan dengan penuh disiplin, menjunjung tinggi integritas dan moralitas, serta mampu menyelesaikan pendidikan dengan selamat, baik, dan lancar, sehingga kelak menjadi anggota Polri yang profesional, modern, dan terpercaya.
© Copyright 2018 ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI | All Right Reserved