Fenomena menarik terjadi di platform TikTok. Sejumlah pengguna menemukan bahwa konten yang mengandung bahasa Bugis, khususnya kata-kata yang tidak senonoh, tidak terdeteksi atau diblokir oleh sistem moderasi TikTok.
Hal ini diduga karena admin atau sistem pendeteksi TikTok tidak memahami bahasa Bugis, sehingga kata-kata di konten tidak pantas yang menggunakan bahasa daerah tersebut lolos dari filter. Sebaliknya, jika konten yang sama diucapkan dalam bahasa Indonesia, sistem lebih mudah memahaminya dan langsung memberi peringatan atau melakukan pemblokiran.
Kondisi ini membuat sebagian pengguna menilai bahwa perlindungan konten TikTok belum sepenuhnya inklusif terhadap bahasa daerah, sehingga masih ada celah bagi konten negatif untuk beredar.
FOLLOW THE ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram