Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan bantuan benih diseminasi padi sebanyak 8.550 kilogram dari Badan Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Sulawesi Selatan kepada kelompok tani Sipurio, Tonrong Lapokko, dan Seppae.
Selain itu, dilakukan pula panen perdana menggunakan mesin combine harvester bersama Badan Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) dan Kelompok Tani Karunia sebagai bagian dari implementasi pertanian modern di Kabupaten Soppeng.
Kepala Pusat Perakitan Pangan Modernisasi Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung terwujudnya kawasan mandiri benih padi di Kabupaten Soppeng.
“Panen perdana ini menjadi bagian dari program modernisasi pertanian yang diinisiasi Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern,” ujarnya.
Ia menjelaskan, modernisasi pertanian merupakan kebutuhan mendesak di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, seperti berkurangnya tenaga kerja, meningkatnya biaya produksi, dampak perubahan iklim, serta tuntutan peningkatan daya saing.
“Pertanian modern menjadi kunci agar sektor pertanian tetap menjadi penopang utama ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Haris memaparkan bahwa kebutuhan pangan nasional terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar tiga juta bayi lahir setiap tahun di Indonesia, yang seluruhnya membutuhkan pasokan pangan dari sektor pertanian.
“Produksi beras nasional pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 34,7 hingga 34,8 juta ton atau meningkat sekitar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan luas panen mencapai 11,3 juta hektare,” bebernya.
Khusus di Sulawesi Selatan, produksi padi dalam bentuk gabah kering giling pada tahun 2025 tercatat mencapai 5,4 juta ton atau meningkat 12,05 persen dibandingkan tahun 2024. Peningkatan ini mendorong produksi beras untuk konsumsi penduduk yang diperkirakan mencapai 3,1 juta ton.
Sementara itu, Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle mengatakan bahwa secara geografis Kabupaten Soppeng memiliki potensi besar di sektor pertanian yang harus terus dikembangkan melalui inovasi dan teknologi.
“Penerapan sistem Arkansas ini diawali dengan pembentukan Brigade Pangan sebagai wadah penguatan kapasitas petani dalam mengadopsi teknologi pertanian modern,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa sebagai uji coba, penerapan sistem tersebut masih memiliki kekurangan. Namun hal itu menjadi pembelajaran penting untuk penyempurnaan ke depan.
“Keberhasilan modernisasi pertanian tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh sinergi antara pemerintah daerah, kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.
Wabup Soppeng berharap dukungan dan pendampingan dari BRMP serta Kementerian Pertanian terus berlanjut guna memperkuat pengembangan pertanian modern yang berkelanjutan di daerah.
Hal ini sejalan dengan visi pembangunan nasional dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan dan kedaulatan nasional.
FOLLOW THE ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram