Kehadiran keluarga, kerabat, dan sahabat untuk memberikan doa restu adalah sesuatu yang wajar dan membanggakan.
Namun demikian, apabila pesta pernikahan diselenggarakan di pinggir jalan raya, ada baiknya panitia maupun tuan rumah turut memperhatikan dampak yang mungkin timbul, khususnya terhadap arus lalu lintas.
“Saya sangat memaklumi kalau ada pesta pernikahan, karena itu momen bahagia. Tapi kalau digelar di pinggir jalan poros, sebaiknya ada yang mengatur kendaraan supaya tidak terjadi kemacetan panjang,” ujar salah satu pengguna jalan yang melintas, Minggu 15 Pebruari 2026
Jalan raya poros merupakan akses utama masyarakat untuk beraktivitas, baik untuk bekerja, keperluan darurat, maupun perjalanan lainnya. Kemacetan yang terjadi tanpa pengaturan dapat menimbulkan ketidaknyamanan bahkan potensi risiko di jalan.
Sebagai bentuk saling menghargai dan memaklumi, alangkah bijaknya apabila penyelenggara menyiapkan petugas khusus untuk mengatur kendaraan yang keluar masuk area acara serta membantu kelancaran arus lalu lintas.
Koordinasi dengan aparat setempat atau pihak terkait juga dapat menjadi langkah preventif agar kegiatan tetap berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
Pada dasarnya, semangat kebersamaan dalam masyarakat harus dibangun atas dasar saling pengertian.
Tuan rumah berhak merayakan kebahagiaannya, sementara pengguna jalan juga berhak atas kenyamanan dan kelancaran perjalanan.
Dengan adanya pengaturan yang baik, kedua kepentingan tersebut dapat berjalan seiring tanpa menimbulkan gesekan.
Mari kita jadikan setiap kegiatan masyarakat sebagai momentum untuk memperkuat rasa toleransi dan tanggung jawab bersama.
Karena pada akhirnya, saling memaklumi dan menjaga ketertiban adalah kunci terciptanya suasana yang harmonis di tengah kehidupan bermasyarakat.
FOLLOW THE ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram