![]() |
| Foto Brimob Pelopor C Bone saat bekerja |
Di lokasi pembangunan tampak personel Satuan Brimob Pelopor C Bone Polda Sulawesi Selatan bekerja bersama TNI Koramil 05 Marioriwawo Kodim 1423/ Soppeng dan masayarakat setempat dalam proses pengerjaan jembatan.
![]() |
| Foto Hendra ketua panitia Pelaksana, Kades Watu dan Ketua Tekhnis Vertika Rescue Indonesia serta Ipda TaufiQ Selaku Kordinator Tim Resmod Bone Polda Sulsel |
Koordinator kedatangan Brimob Pelopor C Bone di Soppeng, Ipda Taufiq, dalam wawancaranya kepada media mengatakan:
“Kedatangan kami di sini merupakan perintah langsung dari Kapolri, bahwa Brimob harus turun langsung membantu warga ketika diperlukan. Di Desa Watu ini, kami bersama 15 personel Brimob tiba sekitar pukul 03.00 Wita dini hari. Pagi harinya kami langsung menuju lokasi untuk melaksanakan tugas. Sebelum bekerja, kami melaksanakan apel sekaligus memberikan arahan kepada anggota. Poin penting yang saya tekankan adalah bahwa kehadiran kami bukan untuk mengawasi atau menonton, tetapi untuk bekerja.”
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan berada di lokasi hingga pembangunan jembatan selesai.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pembangunan Jembatan sekaligus Ketua Karang Taruna Desa Watu, Hendra, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung ini murni swadaya masyarakat, bukan berasal dari anggaran APBD maupun APBN.
“Warga sudah lama menginginkan jembatan ini agar akses menuju kebun tidak terhambat, termasuk saat banjir,” jelas Hendra.
Ia juga memaparkan bahwa sebelum pembangunan dimulai, pihaknya telah mengirimkan surat permohonan bantuan kepada Vertical Rescue Indonesia pada tahun 2021. Permohonan itu akhirnya direspons, dan pembangunan jembatan mulai dilaksanakan tahun 2025. Tim Vertical Rescue Indonesia, dipimpin Ketua Teknis Wawan Wiranto, telah berada di lokasi hampir tiga minggu.
Kepala Desa Watu, Rusdi, turut memberikan keterangan. Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat:
“Pertama, saya ucapkan terima kasih kepada personel Brimob Pelopor C Bone Polda Sulsel yang telah datang dan turun langsung membantu warga. Terima kasih juga kepada tim Vertical Rescue Indonesia yang sudah bekerja keras bersama masyarakat."
Rusdi kembali menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung ini merupakan hasil swadaya masyarakat. Jembatan tersebut diproyeksikan memiliki panjang kurang lebih 100 meter, dan nantinya akan menjadi penghubung antara Desa Marioritengnga, Desa Marioriaja, serta akses menuju Ajangale Desa Turucina, Kabupaten Bone.
Penyampaian Warga setempat.
“Kami sangat terbantu kalau jembatan ini selesai. Selama ini kalau banjir, kami tidak bisa ke kebun. Jadi jembatan ini memang sudah lama sekali kami harapkan,” ujar salah satu warga Desa Watu.
Dulu kalau hujan deras kami tidak bisa lewat sama sekali. Mau ke kebun atau ke desa sebelah susah. Dengan adanya jembatan ini, InsyaAllah hidup kami lebih aman,” ungkap seorang warga lanjut usia.
“Jembatan ini bukan cuma untuk Desa Watu, tapi penghubung ke Marioritengnga, Marioriaja, sampai ke wilayah Turucina Bone. Jadi manfaatnya besar sekali,” ucap seorang warga yang sering melintas melalui sungai
penyampaian pemuda Lakellu Desa Watu
“Kami bangga karena jembatan ini dibangun secara swadaya. Kebersamaan seperti ini yang membuat desa kami maju,” tutur salah satu pemuda setempat.



FOLLOW THE ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram