BREAKING NEWS

Ketua Panitia: Turnamen Mini Soccer di Desa Watu Toa Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Pembinaan Anak

 


SOPPENG — Suasana meriah mewarnai pelaksanaan Turnamen Sepak Bola Mini (Mini Soccer) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Marioriwawo yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Hj. Andi Nirma, Desa Watu Toa, Kabupaten Soppeng.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah Desa Watu Toa, Karang Taruna Ada Na Gau Watu Toa, dan Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK).

Dalam pemantauan tim media di lokasi, tampak hadir Plt. Kepala Desa Watu Toa, Andi Baso Sonny Pabeangi, S.Sos. ( Sekcam Marioriwawo) bersama sejumlah panitia yang terlibat dalam pelaksanaan turnamen.

Ketua Panitia, Andi Saha, saat dikonfirmasi tim media mengatakan, turnamen mini soccer usia dini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memiliki banyak nilai positif bagi perkembangan anak.

Menurutnya, format mini soccer dengan ukuran lapangan yang lebih kecil dan jumlah pemain yang lebih sedikit memberikan kesempatan kepada anak untuk lebih aktif terlibat dalam permainan.

“Turnamen ini membawa banyak nilai positif bagi perkembangan fisik, mental dan sosial anak. Anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus belajar bekerja sama dalam sebuah tim,” ujar Andi Saha. Sabtu 19/9/26

Ia menjelaskan, dari sisi fisik, aktivitas bermain sepak bola dapat membantu meningkatkan kebugaran, stamina, kelincahan serta koordinasi gerak anak.

Sementara dari sisi mental, pertandingan mengajarkan kedisiplinan, sportivitas dan bagaimana menerima hasil pertandingan dengan baik.

Selain itu, turnamen menjadi sarana bagi anak untuk membangun kemampuan sosial melalui komunikasi dan kerja sama dengan rekan satu tim maupun peserta dari sekolah lain.

“Yang paling penting, anak-anak bisa bermain dengan gembira, mengenal teman baru, belajar disiplin dan sportivitas. Kegiatan seperti ini juga bisa menjadi wadah untuk melihat dan mengembangkan bakat olahraga mereka sejak dini,” jelasnya.

Andi Saha menambahkan, mini soccer juga melatih anak mengambil keputusan secara cepat karena ruang permainan yang lebih terbatas. Kondisi tersebut mendorong pemain untuk berpikir, berkomunikasi dan bekerja sama selama pertandingan.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga pembinaan olahraga sepak bola di tingkat sekolah dasar, khususnya di Kecamatan Marioriwawo, dapat semakin berkembang.

“Harapannya, kegiatan ini bukan hanya mengejar siapa yang menang dan kalah, tetapi menjadi bagian dari pembinaan anak-anak agar tumbuh sehat, percaya diri, disiplin dan memiliki jiwa sportivitas,” katanya.

Turnamen mini soccer tingkat SD se-Kecamatan Marioriwawo tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 29 September 2026.


REDAKSI)