All Posts - ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI
-->

5 Des 2025

Ketua TP PKK Soppeng memaparkan evaluasi program kerja tahun 2025 pada Rakerda PKK Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan


ZONA BUSER , Makassar — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PKK Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa (4/12/2025).

Kegiatan yang digelar oleh TP PKK Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Dinas PMD Provinsi Sulsel ini menjadi momentum penyelarasan arah kebijakan Gerakan PKK untuk periode 2025–2029, sekaligus tindak lanjut hasil Rakernas X PKK 2025 dan RPJMN.

Pada forum tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, memaparkan Evaluasi Program Kerja TP PKK, Posyandu, serta Bunda PAUD Kabupaten Soppeng Tahun 2025. Ia menegaskan bahwa PKK Soppeng terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Kami hadir membawa laporan evaluasi yang tidak hanya memotret capaian, tetapi juga menjadi dasar perbaikan ke depan. Fokus kami tetap pada peningkatan kesejahteraan keluarga, kualitas layanan Posyandu, dan penguatan peran Bunda PAUD di seluruh wilayah Soppeng,” ujarnya.

Hj. Suarni Suwardi juga menyampaikan komitmen PKK Soppeng untuk menjalankan arahan TP PKK Provinsi Sulsel, khususnya dalam memperkuat Gerakan PKK mulai dari tingkat desa.

Rakerda yang dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan dan dihadiri seluruh TP PKK kabupaten/kota se-Sulsel ini menekankan pentingnya sinergi antara PKK dan pemerintah daerah dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat.

TP PKK Soppeng menyambut baik arahan tersebut dan memastikan akan menyinkronkan program tahun 2026 dengan kebijakan provinsi dan pemerintah pusat.

“Harapan kami, PKK Soppeng dapat terus memberikan kontribusi nyata, tidak hanya hadir dalam kegiatan, tetapi menjadi bagian aktif dari perubahan sosial di masyarakat,” tutup Hj. Suarni Suwardi.


Keluhan Warga Terjawab, Dishub Soppeng Benahi Penerangan Jalan yang Tidak menyala


ZONA BUSER ,SOPPENG — Dinas Perhubungan Kabupaten Soppeng kembali membuktikan kepeduliannya terhadap keluhan warga terkait penerangan jalan umum (PJU) yang tidak berfungsi. Aksi respons cepat tersebut terlihat langsung oleh tim media Zonabuser.id saat melakukan pemantauan di Jalan Raya Kelurahan Labessi. Jumat 5 November 2025

Dalam pantauan tersebut, terlihat satu unit mobil operasional Dishub bersama beberapa petugas tengah melakukan penggantian balon lampu yang sudah tidak menyala. Para petugas terlihat membawa peralatan lengkap dan langsung melakukan perbaikan di titik yang dilaporkan warga.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, pihak media belum mendapatkan informasi pasti mengenai total titik lampu jalan yang akan dikerjakan pada hari itu. Hal ini lantaran tim media hanya mengambil dokumentasi dari jarak beberapa meter, sehingga belum dapat memastikan jumlah lampu yang ditangani.

Upaya perbaikan ini mendapat apresiasi dari warga setempat yang mengaku sudah lama menantikan perbaikan penerangan di jalur utama tersebut.

Terbitnya berita ini Plt kadis Dishub Soppeng Muhammad Ihsan, S.STP, M.Si, CPSp akan menindaklanjuti pengaduan masyarakat setiap lampu jalan yang tidak menyala serta penuh  komitmen.  Plt Dishub Soppeng sampaikan, " Kami akan senantiasa melakukan tugas dengan penuh tanggung jawab, jelasnya ke media saat menelpon

Rangkaian Doa Mengalir dari Masjid At-Taqwa: Polres Wajo dan Warga Mendoakan Korban Bencana


ZONA BUSER , WAJO – Polres Wajo menggelar Salat Gaib untuk mendoakan para korban bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatera dan Aceh. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 5 Desember 2025, pukul 12.45 Wita di Masjid At-Taqwa Polres Wajo, sesaat setelah pelaksanaan Salat Jumat berjamaah.

Pelaksanaan Salat Gaib dipimpin langsung oleh Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Rosid Ridho, S.IK, didampingi Wakapolres Wajo, KOMPOL H. Andi Syamsulifu, S.Sos., M.H, serta diikuti seluruh personel Polres Wajo dan masyarakat Kabupaten Wajo yang turut hadir.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian serta solidaritas Polres Wajo terhadap saudara-saudara yang menjadi korban musibah di Sumatera dan Aceh. Melalui doa bersama, diharapkan para korban yang meninggal dunia diberikan ampunan, diterima amal ibadahnya, serta ditempatkan di sisi Allah SWT pada tempat yang terbaik.

Kapolres Wajo menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud empati dan rasa kemanusiaan jajaran Polres Wajo terhadap masyarakat yang terdampak bencana. “Semoga para keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan, serta daerah yang terdampak dapat segera pulih,” ujarnya.

Polres Wajo terus mengajak seluruh masyarakat untuk mempererat kepedulian sosial serta mendoakan keselamatan bagi seluruh warga yang terdampak bencana di tanah air.

**KASI HUMAS POLRES WAJO**

Sinergi TNI dan Warga Kampiri dalam Karya Bakti Bersihkan Saluran Air


ZONA BUSER , Soppeng Pada Jumat, 5 Desember 2025 pukul 07.15 Wita, telah dilaksanakan kegiatan karya bakti pembersihan saluran air di Dusun Kampiri, Desa Kampiri, Kecamatan Citta, Kabupaten Soppeng. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan serta kelancaran aliran air menjelang musim penghujan.  Jumat, 5 Desember 2025

Kegiatan karya bakti tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya:

  1. Personel Posramil Citta
  2. Kepala Desa Kampiri, Marhudi S.Ip
  3. Para RT/RW Desa Kampiri
  4. Masyarakat setempat

Adapun sasaran kegiatan yaitu pembersihan selokan air sepanjang kurang lebih 100 meter di wilayah Dusun Kampiri. Gotong royong ini dilakukan dengan antusias oleh seluruh peserta, mencerminkan kekompakan serta kepedulian terhadap lingkungan.

Setelah berlangsung sekitar tiga jam, kegiatan karya bakti selesai pada pukul 10.10 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.


Antrean Mobil di SPBU Takalala Meningkat, Bukan Karena Pelayanan Buruk tapi Lonjakan Kendaraan

Saat pengambilan foto media berada diluar area SBPU (dijalan raya)


ZONA BUSER ,Soppeng — Antrean panjang kendaraan di SPBU Takalala belakangan ini bukan disebabkan oleh buruknya pelayanan ataupun adanya penyimpangan prosedur, melainkan karena jumlah kendaraan yang terus meningkat setiap harinya.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu staf yang dipercaya pemilik SPBU Takalala. Ia menjelaskan bahwa suplai BBM yang datang setiap hari, baik 8.000 liter maupun 16.000 liter, selalu habis terjual dalam waktu singkat.

“Pengisian di SPBU Takalala, baik 8.000 liter maupun 16.000 liter dalam satu hari, biasanya habis melayani kendaraan,” ujarnya.
“Kehabisan solar terjadi karena semakin banyak kendaraan,” tambahnya. Jumat 5 Desember 2025

Sementara itu, para sopir mobil yang ditemui di lokasi mengakui bahwa antrean memang panjang, namun mereka tetap menunggu dengan sabar.

“Iya benar, memang banyak antre. Tapi kami tetap sabar menunggu giliran, tidak ada keluhan,” jelas salah satu sopir.

Dalam pantauan media di lapangan, tidak ditemukan hal-hal yang menjadi sorotan negatif. Aktivitas pengisian BBM di SPBU Takalala berjalan aman, tertib, dan lancar.


Infrastruktur di Sekitar Pasar Takalala Seblah selatan dan Utara Memprihatinkan, Warga Berharap ada Perbaikan dari Pemerintah


ZONA BUSER , Soppeng Kondisi jalan di sisi selatan dan utara Pasar Sentral Takalala, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, dikeluhkan warga. Pantauan di lokasi menunjukkan jalan tersebut mengalami kerusakan cukup parah, dengan banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan.

Salah satu tokoh masyarakat sekitar pasar mengungkapkan bahwa warga sebenarnya telah melakukan perbaikan secara swadaya untuk menutup lubang-lubang tersebut.

“Jalan itu sebenarnya sudah diswadayakan warga, ditimbun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama kecelakaan lalu lintas,” ujarnya, Jumat pagi (5/12/2025).


Namun demikian, ia menilai perbaikan swadaya tidak dapat menghasilkan kualitas sebagus pekerjaan yang dilakukan instansi terkait.

“Kalau instansi terkait yang kerjakan pasti lebih bagus hasilnya. Karena itu, kami sangat berharap ada respons dari pihak terkait untuk memperbaiki kerusakan ini,” pungkasnya.


Berikut penyampain pengguna jalan ke  media

“Kalau dibiarkan seperti ini, kami khawatir akan ada pengendara jatuh. Apalagi kawasan ini ramai setiap hari karena dekat pasar,” tambahnya.

“Jalan ini akses utama warga dan pedagang. Kerusakan jalan jelas mengganggu aktivitas jual beli,” ungkapnya.


“Kami hanya berharap pemerintah turun tangan. Tidak perlu menunggu ada korban dulu baru diperbaiki.”


“Kerusakan ini sudah cukup lama. Warga sudah beberapa kali menimbun, tapi tidak bertahan lama karena kendaraan yang lewat semakin banyak.”


“Kalau hujan, lubangnya penuh air. Pengendara tidak bisa melihat mana yang dalam, itu sangat berbahaya.”


Terbitnya berita ini Warga menunggu Respon Pemerintah tindaklanjuti keluhannya


 



4 Des 2025

Kenapa Korupsi Tak Kunjung Hilang Meski Sosialisasi dan Kampanye Anti-Korupsi Terus Dilakukan? Ini Penjelasannya



ZONA BUSER , Soppeng — Upaya pencegahan korupsi terus dilakukan oleh instansi pemerintah, mulai dari sosialisasi, pertemuan rutin, hingga pemasangan baliho kecil bertuliskan imbauan “Cegah Korupsi” di berbagai kantor pelayanan publik. Namun, faktanya praktik korupsi masih saja muncul dan menjadi persoalan serius yang sulit diberantas. Kamis 4 November 2025

Pengamat kebijakan publik menilai bahwa berbagai upaya kampanye hanya menyentuh permukaan, sementara akar persoalan korupsi jauh lebih kompleks. “Sosialisasi itu penting, tetapi tidak cukup. Selama sistem masih memberi celah, korupsi tetap punya ruang untuk tumbuh,” ujarnya.

Budaya Permisif dan Celah Sistem yang Belum Tertutup

Di lapangan, masih ditemukan anggapan bahwa beberapa bentuk penyimpangan adalah hal biasa, seperti praktik gratifikasi, uang terima kasih, atau mengurus sesuatu melalui jalur cepat. Budaya ini lama-lama dianggap normal sehingga upaya pencegahan menjadi kurang efektif.

Selain itu, proses birokrasi yang belum sepenuhnya transparan turut menjadi penyebab. Alur yang panjang, manual, dan minim pengawasan memberikan peluang untuk negosiasi di bawah meja.

Godaan Manfaat Besar dan Penegakan Hukum yang Tak Konsisten

Meski berbagai kampanye anti-korupsi terus digaungkan, sejumlah pihak menilai bahwa selama korupsi memberikan manfaat besar dan risiko hukum dianggap kecil, maka perilaku tersebut tetap sulit diberantas. “Korupsi bisa menghadirkan keuntungan instan. Jika aparat penegak hukum tidak tegas dan konsisten, pelaku akan merasa aman,” jelas seorang pemerhati hukum di Soppeng.

Kasus-kasus korupsi yang muncul dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa pelaku mulai dari tingkat bawah hingga pejabat tinggi dapat terlibat. Namun tidak semua berakhir dengan hukuman yang setimpal, sehingga memunculkan persepsi bahwa hukum bisa dibeli.

Kesejahteraan dan Tekanan Jabatan Ikut Berpengaruh

Selain sistem dan budaya, faktor kesejahteraan juga menjadi perhatian. Di beberapa daerah, pegawai dihadapkan pada kebutuhan hidup yang meningkat, sementara pendapatan dinilai belum memadai. Dalam kondisi tertentu, situasi ini membuat mereka rentan terhadap praktik korupsi.

Tak sedikit pula pegawai yang terjebak dalam tekanan struktural. Ada yang mengikuti praktik “warisan” pimpinan sebelumnya, ada pula yang terpaksa menurut perintah demi menjaga jabatan.

Perlu Reformasi Sistemik, Bukan Sekadar Slogan

Berbagai kalangan menilai bahwa pemasangan baliho dan sosialisasi tetap penting sebagai pengingat moral. Namun untuk benar-benar memberantas korupsi, diperlukan langkah yang lebih tegas, transparan, dan menyeluruh, mulai dari digitalisasi layanan publik, pengawasan berlapis, hingga penegakan hukum tanpa pandang bulu.

Sejumlah pihak berharap ke depan pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dapat memperkuat kerja sama dalam menghilangkan setiap celah korupsi, sehingga kampanye anti-korupsi tidak berhenti sebagai slogan semata, tetapi benar-benar memberi dampak nyata bagi pelayanan publik.


Berikut komentar  tokoh masyarakat

Tokoh masyarakat Soppeng  menilai bahwa kampanye anti-korupsi tidak akan efektif selama penegakan hukum belum berjalan konsisten.

“Baliho dan sosialisasi itu bagus, tapi tidak akan berarti apa-apa kalau sistemnya masih memberi celah dan penindakan tidak tegas. Masyarakat ingin melihat tindakan nyata, bukan hanya slogan,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa budaya permisif terhadap praktik-praktik kecil juga harus diubah.

“Kadang kita sendiri membiarkan hal-hal kecil yang sebenarnya masuk kategori penyimpangan. Dari yang kecil itulah korupsi besar bisa tumbuh. Jadi perubahan harus dimulai dari lingkungan terkecil,” tegasnya.


Menurutnya, korupsi tidak akan hilang hanya dengan himbauan, tetapi melalui pembenahan menyeluruh.

“Kalau semua pihak berani transparan dan siap diawasi, insyaallah korupsi bisa ditekan. Tapi kalau masih ada yang merasa kebal hukum, sampai kapan pun korupsi sulit hilang,” sambungnya.


Tokoh masyrakat lainnya berharap agar institusi pemerintah tidak berhenti pada kampanye, tetapi juga melakukan langkah konkret.

“Kami masyarakat ingin keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu. Itu baru namanya pencegahan korupsi yang sesungguhnya,” tutupnya.


Progres 50%, Pembangunan Jembatan Gantung di Soppeng Terus Dikebut Brimob Sulsel




ZONA BUSER ,Soppeng -Memasuki hari kelima pembangunan jembatan gantung di salah satu bantaran sungai di Kabupaten Soppeng, semangat gotong royong semakin terasa kuat. Personel Batalyon C Pelopor Brimob Sulsel, Tim Vertical Rescue Indonesia, dan masyarakat setempat terus bekerja tanpa henti hingga progres pembangunan kini telah mencapai sekitar 50 persen.Kamis, 4 Desember 2025.

Pembangunan jembatan ini menjadi harapan besar bagi warga, terutama mereka yang setiap hari harus menyeberang sungai untuk beraktivitas. Anak-anak sekolah masih terlihat menempuh jalur berisiko demi bisa sampai ke sekolah, sehingga kehadiran jembatan ini dinilai sangat mendesak.

Danyon C Pelopor, Kompol Rudi Mandaka, S.H., mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat.

“Progres 50 persen ini adalah hasil kerja keras semua pihak. Kami akan terus memaksimalkan tenaga dan waktu agar jembatan ini segera dapat digunakan masyarakat,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, pembangunan jembatan ini tidak hanya menjadi proyek fisik, tetapi juga simbol kuatnya kepedulian dan sinergi antara aparat, relawan, dan masyarakat Soppeng.

© Copyright 2018 ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI | All Right Reserved