All Posts - ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI
-->

10 Jan 2026

Tragis! Anak Tega Tikam Ayah hingga Tewas di Bulukumba Diduga Gara-gara Motor

Sumber Foto Sinjai Upadate

zonabuser,id Bulukumba, Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Bulukumba. Seorang anak tega menikam ayah kandungnya sendiri hingga tewas, diduga karena permintaannya untuk dibelikan sepeda motor tidak dipenuhi.


Dilansir dari Sinjai Update, kejadian tersebut berlangsung di Dusun Kirasa, Desa Palambarae, Kecamatan Gantarang, pada Jumat malam (9/1/2026).

 Korban diketahui bernama Abdullah (44), sementara pelaku adalah anaknya sendiri, Adi Wijaya (21).


Sebelum insiden terjadi, korban sedang memperbaiki kabel listrik di dalam rumah. Di waktu yang sama, pelaku diketahui tengah mengonsumsi minuman keras bersama rekan-rekannya di depan rumah.


Anak korban, Tasya, mengungkapkan bahwa pelaku merupakan anak kandung korban, meski sebelumnya sempat disebut sebagai anak tiri. Hal tersebut diperkuat dengan data kartu keluarga.


“Pelaku itu saudara kandung saya, satu ibu. Bapak saat itu sedang memperbaiki kabel listrik,” ujar Tasya di Polres Bulukumba.

Tasya menduga motif penikaman dipicu oleh permintaan pelaku untuk dibelikan sepeda motor yang belum mampu dipenuhi oleh orang tuanya.

“Karena minta motor tidak dituruti, dia menikam bapak,” tuturnya.

Korban mengalami luka tikam di bagian punggung hingga darah menggenangi lantai rumah. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa korban tidak tertolong.

Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri namun berhasil diamankan aparat kepolisian.

 Saat ini, Adi Wijaya telah ditahan di Mapolres Bulukumba untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan senjata tajam jenis badik yang digunakan pelaku.

Pembangunan Melesat, Kepedulian pada Warga Miskin Dipertanyakan

Foto Rumah Warga Memprihatinkan 

zonabuser,id, Soppeng-Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia, masih terdapat sejumlah warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan dan belum pernah tersentuh bantuan pemerintah.


Kondisi ini memunculkan keprihatinan sekaligus harapan agar pembangunan tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.


Sejumlah masyarakat menilai bahwa pembangunan sejatinya harus berjalan seiring dengan upaya pengentasan kemiskinan. Infrastruktur yang megah dinilai belum sepenuhnya mencerminkan keberhasilan pembangunan apabila masih ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, kesehatan, dan tempat tinggal yang layak.


“Negara seharusnya hadir bukan hanya melalui pembangunan jalan dan gedung, tetapi juga melalui kepedulian terhadap rakyat kecil yang hidupnya serba kekurangan,” ungkap salah seorang warga.


Masyarakat berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah, dapat lebih aktif melakukan pendataan dan penyaluran bantuan secara tepat sasaran. Dengan demikian, pembangunan yang tengah digalakkan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan.


“Kami melihat pembangunan di mana-mana, tapi masih banyak warga kecil seperti kami yang belum pernah merasakan bantuan pemerintah,” ujar seorang warga.


“Jalan dan gedung dibangun, tapi masih ada masyarakat yang kesulitan makan dan tinggal di rumah yang tidak layak,” kata warga lainnya.


“Kami tidak menolak pembangunan, tapi jangan lupakan warga yang hidupnya serba kekurangan,” ungkap seorang ibu rumah tangga.


“Pemerintah seharusnya turun langsung melihat kondisi warga miskin, bukan hanya melihat laporan di atas kertas,” tuturnya.
“Kami hanya berharap perhatian dan bantuan yang adil, agar pembangunan benar-benar dirasakan semua masyarakat,” ucap seorang warga dengan nada harap.

Prihatin Warga Soppeng, Tak Layak Huni, Tapi Masih Jadi Tempat Bertahan Hidup

Foto Pantauan Media

zonabuser,id, Soppeng-Di balik geliat pembangunan dan wajah modern perkotaan, masih tersimpan potret kehidupan masyarakat yang luput dari perhatian.

Foto Kondisi Rumah Tersebut


Di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, kisah pilu itu dialami oleh seorang perempuan paruh baya bernama Ibu Mariati, yang hingga kini bertahan hidup dalam kondisi serba keterbatasan.


Perempuan berusia 61 tahun tersebut tinggal di sebuah rumah kayu tua yang nyaris roboh di Jalan Sunu, RT 003 RW 004, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata. 

Rumah yang ditempatinya bukan lagi sekadar sederhana, melainkan sudah jauh dari kata layak dan berisiko membahayakan keselamatan penghuninya.

Sejak sang suami meninggal dunia, Ibu Mariati harus menjalani kehidupan seorang diri. Ia memiliki seorang anak perempuan yang telah berkeluarga dan tinggal terpisah.

 Sejak saat itu, seluruh beban hidup harus ia pikul sendiri, tanpa pendamping, dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas.


Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ibu Mariati bekerja sebagai buruh cuci dan membersihkan rumah warga di sekitar tempat tinggalnya. 

Penghasilannya tidak menentu dan sering kali tidak mencukupi kebutuhan harian. Meski demikian, dengan keteguhan dan kesabaran, ia tetap bertahan serta mensyukuri apa pun rezeki yang diperolehnya demi melanjutkan hidup.

Hasil pantauan awak media menunjukkan kondisi rumah Ibu Mariati yang sangat memprihatinkan. Bangunan kayu yang telah lapuk dimakan usia tampak rapuh dan rawan ambruk. Sabtu 10 Januari 2026

Dinding rumah tidak lagi kokoh, atap seng berlubang di berbagai bagian, sementara bagian belakang rumah sudah roboh

. Saat hujan turun, air dengan mudah merembes masuk ke dalam rumah. 

Bahkan, demi menghindari hujan dan potensi runtuhan bangunan, Ibu Mariati terpaksa bertahan di kolong rumah.

Kisah pilu ini semakin menyayat hati karena Ibu Mariati tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri. 

Di rumah yang tidak layak huni tersebut, ia juga merawat seorang kerabat yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ). 

Tanggung jawab itu kian menambah berat beban hidup yang harus ia jalani, baik secara fisik maupun mental.


Salah seorang warga setempat, Nurjannah, mengungkapkan bahwa Ibu Mariati kerap mendapat bantuan dari warga sekitar dan kerabatnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kadang dibantu warga dan keluarga karena kasihan melihat kondisinya,” ujar Nurjannah.


Ia juga menyampaikan bahwa rumah Ibu Mariati sebenarnya telah beberapa kali diusulkan untuk mendapatkan bantuan bedah rumah. 

Namun hingga kini, bantuan tersebut belum juga terealisasi.

“Sudah sering diusulkan untuk bedah rumah, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” tambahnya dengan nada prihatin.

Melalui pemberitaan ini, warga sekitar berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pihak terkait.


 Mereka berharap Ibu Mariati segera mendapatkan bantuan bedah rumah agar dapat tinggal di hunian yang layak, aman, dan manusiawi—sebuah hak dasar yang semestinya dapat dirasakan oleh setiap warga negara.

Akses Soppeng–Labokong Terancam, Jembatan Cenrana Alami Kerusakan




zonabuser,id, SOPPENG — Masyarakat yang melintas dari Soppeng Kota menuju Labokong atau Leworeng, maupun sebaliknya, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

 Pasalnya, Jembatan Cenrana saat ini mengalami kerusakan pada bagian bantalan timur yang dilaporkan patah ucap salah satu Warga melalui video di wathsapp, Sabtu 10 Januari 2026


Akibat kondisi tersebut, kendaraan roda empat disarankan tidak melintasi jembatan dan diminta untuk menggunakan jalur alternatif melalui Tajuncu atau Ganra guna menghindari risiko kecelakaan.


Sementara itu, kendaraan roda dua masih dapat melintas, namun dengan catatan harus ekstra hati-hati.

 Kondisi jembatan dilaporkan miring ke arah timur serta bergoyang saat dilewati kendaraan, sehingga pengendara diminta melaju pelan dan menjaga jarak aman.


Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan peninjauan dan perbaikan demi keselamatan pengguna jalan, mengingat jembatan tersebut merupakan akses penting penghubung antarwilayah di Kabupaten Soppeng.

Sumber Warga 

Tiga Pilar Desa Barae Fasilitasi Mediasi Sengketa Tanah Warisan, Disepakati Secara Kekeluargaan

foto Tiga Pilar Desa Barae bersama unsur pemerintah desa berhasil memediasi sengketa tanah kapling perumahan 


zonabuser,id, SOPPENGTiga Pilar Desa Barae bersama unsur pemerintah desa berhasil memediasi sengketa tanah kapling perumahan yang terjadi di lingkungan keluarga warga Desa Barae, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, pada Sabtu (10/1/2026).

Mediasi tersebut berlangsung sekitar pukul 09.30 WITA dan dipusatkan di Kantor Desa Barae. Kegiatan ini melibatkan Tiga Pilar Desa Barae Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Kades 

Juga Kepala Dusun, serta Ketua RW dan RT setempat sebagai bentuk upaya penyelesaian permasalahan secara kekeluargaan dan musyawarah mufakat.


Permasalahan yang dimediasi berkaitan dengan tanah kapling perumahan yang merupakan warisan orang tua dan terletak di Paladeng, Dusun Walimpong, Desa Barae, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng.

 Tanah tersebut rencananya akan dijual oleh salah satu ahli waris, perempuan Snr  kepada pihak lain, sehingga memunculkan keberatan dan perbedaan pendapat di antara saudara kandungnya.


Dalam mediasi tersebut, pihak perempuan Snr dipertemukan dengan saudara-saudaranya, yakni lelaki  inisial Arf, lelaki Nrd, perempuan Tsm  dan lelaki Shd Seluruh pihak diberi kesempatan menyampaikan pendapat, pandangan, serta solusi yang diinginkan masing-masing dengan pendampingan aparatur desa.


Setelah melalui proses dialog yang berlangsung secara terbuka dan kondusif, para pihak akhirnya mencapai kesepakatan bersama. 

Hasil mediasi menyepakati bahwa perempuan Snr menjual bagian tanah warisan miliknya kepada salah satu saudaranya, lelaki Nrd, dengan nilai transaksi sebesar Rp18.000.000 (delapan belas juta rupiah).


Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk surat pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh para pihak terkait serta disaksikan oleh aparatur desa sebagai bentuk penguatan administrasi dan pencegahan potensi sengketa lanjutan di kemudian hari.

Pihak pemerintah desa menyampaikan bahwa mediasi ini merupakan wujud peran aktif aparatur desa dalam menjaga ketertiban, keharmonisan sosial, serta penyelesaian masalah warga secara damai dan kekeluargaan.


Selama pelaksanaan mediasi, situasi berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa adanya insiden. Seluruh pihak yang terlibat menerima hasil kesepakatan dengan itikad baik dan komitmen untuk saling menghormati keputusan yang telah diambil bersama.

9 Jan 2026

Menjelang Salat Jumat, Satlantas Polres Wajo Gelar Polantas Menyapa dan Bagikan Nasi Kotak

Foto Satlantas Polres Wajo

zonabuser,id, WAJO - Menjelang pelaksanaan salat Jumat, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wajo menggelar kegiatan Polantas Menyapa yang dirangkaikan dengan program Jumat Berkah di Masjid Nurul Amin, Amessangeng, Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Jumat (9/1/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebelum salat Jumat sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mendekatkan Polri dengan masyarakat. Dalam kegiatan itu, personel Satlantas Polres Wajo membagikan nasi kotak kepada jamaah dan warga sekitar masjid.

Selain berbagi, petugas juga menyampaikan imbauan tertib berlalu lintas secara persuasif. Imbauan itu meliputi pentingnya penggunaan helm berstandar SNI, kelengkapan surat-surat kendaraan, serta mengutamakan keselamatan saat berkendara di jalan raya.

Kegiatan Polantas Menyapa ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Wajo AKP Riyanda Putra, S.Tr.K., S.I.K., M.H, bersama sejumlah perwira dan personel Satlantas. Program tersebut merupakan bagian dari upaya Polri memperkuat pendekatan humanis dan menjalin kedekatan dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kedekatan dengan masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan keagamaan,” ujar Riyanda.

Menurut dia, rangkaian kegiatan diawali dengan kebersamaan bersama masyarakat sebelum pelaksanaan salat Jumat berjamaah sebagai wujud silaturahmi dan pendekatan spiritual Polri.

Selain pembagian nasi kotak dan penyampaian imbauan keselamatan berlalu lintas, personel Satlantas Polres Wajo juga melakukan pengaturan serta pengawasan arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan untuk memastikan kelancaran lalu lintas di pusat Kota Sengkang.

AKP Riyanda berharap, kegiatan Polantas Menyapa dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

“Harapannya, citra Polantas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat semakin dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata dia.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kanit Regident Satlantas Polres Wajo Ipda Dimas Adji Saputra, S.Tr.K., Kanit Turjawali Ipda Fajri, S.Kom., M.Ap, serta personel Unit Regident dan Unit Turjawali Satlantas Polres Wajo.

**KASI HUMAS POLRES WAJO**

Mahasiswa STAI Al-Gazali Soppeng Resmi Pamit Usai Dua Bulan KKN di Kecamatan Citta

Foto kegiatan perpisahan KKN Al-Gazali di Kecamatan Citta

zonabuser,id, SOPPENG — Setelah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama dua bulan, mahasiswa-mahasiswi STAI Al-Gazali Soppeng secara resmi menggelar kegiatan perpisahan di Kecamatan Citta, Kabupaten Soppeng. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum pelepasan resmi oleh Camat Citta, Mustafa, S.H., M.H., Jumat (9/11/2026).


Pemerintah Kecamatan Citta menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan KKN Mahasiswa STAI Al-Gazali Angkatan XXXII Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung dua bulan dengan baik dan lancar,  para mahasiswa terbagi dalam empat posko, masing-masing di Desa Citta, Desa Kampiri, Desa Labae, dan Desa Tinco.


“Kami telah melakukan monitoring selama pelaksanaan KKN. Alhamdulillah, kegiatan berjalan sukses dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat setempat.

 Hubungan silaturahmi antara mahasiswa KKN dengan pemerintah desa juga terjalin dengan sangat baik,” ujar Camat Citta, Mustafa, SH,MH kepada media.


Sementara itu Mahasiswa KKN STAI Al-Gazali Posko V Desa Citta menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa Citta, serta unsur keamanan yang telah memberikan dukungan penuh selama pelaksanaan KKN.


“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kerja sama semua pihak sehingga kegiatan KKN dapat berjalan lancar selama dua bulan. Kami juga memohon maaf apabila selama menjalankan KKN terdapat tutur kata atau sikap yang kurang berkenan,” ungkap para mahasiswa-mahasiswi Posko V Desa Citta.


Kepala Desa Citta, Muhammad Hamka, S.Sos., turut memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN STAI Al-Gazali. Ia menilai seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat desa.


“Kegiatan anak-anak KKN Al-Gazali sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dan ke depannya para mahasiswa dapat sukses dalam karier serta prestasi,” ucapnya.


Selama pelaksanaan KKN, berbagai program kerja telah dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya, baik oleh pemerintah desa maupun masyarakat, sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Tahun 2025 CV Tapak Buana Proyek Rp1,1 Miliar di Soppeng Pekerjannya di Plafon Sekolah Gunakan Campuran Kayu dan Hollow


Foto pada tanggal 16 November 2025

zonabuser,id, SOPPENG – Tahun 2025 CV Tapak Buana Proyek Rp1,1 Miliar di Soppeng  Pekerjannya di Plafon Sekolah Gunakan Campuran Kayu dan Hollow dipertanyakan masyarakat.


 Lokasi proyeknya yang  berada di Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang terletak di samping lapangan sepak bola Desa Congko, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng.  Saat tim media melakukan peninjauan langsung ke lokasi, ditemukan pekerjaan plafon sekolah menggunakan material campuran antara rangka kayu dan hollow.


Secara visual, pemasangan plafon tampak tidak rapi dan belum tertutup sepenuhnya, serta tidak mencerminkan standar pekerjaan bangunan sekolah dengan anggaran besar.
Ketika dikonfirmasi di lokasi, Yusuf, selaku mandor proyek, menyampaikan bahwa penggunaan kayu pada rangka plafon merupakan instruksi langsung dari pihak pelaksana proyek.


“Ini dari penyampaian proyek, kalau kayu plafon masih bagus tidak usah diganti,” ujar Yusuf kepada tim media, 16 November 2025.


Diketahui, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Tapak Buana dengan pengawasan teknis dari PT Abitama Karya Konsultan.


Yusuf juga menjelaskan bahwa proyek pendidikan bernilai miliaran rupiah tersebut mencakup enam (6) sekolah di kawasan wilayah Marioriwawo  dengan alokasi anggaran sekitar seratus juta rupiah lebih untuk setiap sekolah.


“Satu sekolah dapat anggaran sekitar seratus juta lebih,” jelasnya.


Namun penjelasan tersebut tidak sepenuhnya meredakan kekhawatiran masyarakat.

 Warga mempertanyakan dasar teknis penggunaan material campuran dan meminta pihak pelaksana serta konsultan pengawas memberikan penjelasan terbuka terkait spesifikasi teknis dan progres pekerjaan.


“Dengan anggaran sebesar itu, mestinya kualitasnya terlihat. Ini fasilitas untuk anak-anak sekolah, bukan proyek coba-coba,” keluh salah seorang warga.


Masyarakat menegaskan bahwa proyek pendidikan harus dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai kontrak, bukan sekadar mengejar penyelesaian fisik tanpa memperhatikan mutu bangunan.

 Mereka juga mendesak pemerintah daerah untuk segera mengevaluasi proyek tersebut agar tidak berdampak buruk bagi siswa dan tenaga pendidik di masa mendatang.


Analisis Teknis Pekerjaan Plafon Berdasarkan Foto Lokasi
Berdasarkan hasil pengamatan visual di lapangan, ditemukan sejumlah indikasi teknis sebagai berikut:


1. Penggunaan Material Campuran (Kayu dan Hollow)

Rangka plafon didominasi kayu dengan beberapa batang hollow sebagai sisipan. Pola pemasangan hollow tidak merata dan tidak membentuk struktur rangka plafon modern yang umum digunakan pada bangunan sekolah.


2. Kondisi Rangka Plafon

Beberapa kayu terlihat memiliki perbedaan warna, yang mengindikasikan variasi usia atau kualitas material. Selain itu, tidak tampak penggunaan bracket logam pada sambungan rangka, sehingga kekuatan struktur patut dipertanyakan.


3. Celah Terbuka dan Potensi Risiko

Pada bagian tertentu terlihat celah terbuka menuju area atap, yang berpotensi menjadi jalur masuk debu, air, atau hewan kecil jika tidak ditutup dengan baik.


Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pelaksana proyek maupun konsultan pengawas terkait spesifikasi teknis dan kualitas pekerjaan. Tim media telah melakukan konfirmasi kepada Yusuf (mandor) pada 16 November 2025, namun belum memperoleh keterangan lanjutan dari pihak berwenang.
© Copyright 2018 ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI | All Right Reserved