BREAKING NEWS

JAMIRA dan Lembaga Investigasi Negara Tandatangani MoU Strategis Bidang Media dan Investigasi

JAKARTA — Jaringan Media Indonesia Raya (JAMIRA) dan Lembaga Investigasi Negara (LIN) resmi menjalin kerja sama strategis di bidang media, informasi, investigasi, edukasi publik, serta pengembangan program strategis.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung pada Selasa (1/9/2026) di Markas JAMIRA, kawasan Kayu Manis, Jakarta Timur.

MoU ditandatangani Ketua Umum JAMIRA RM Gusti Haes dan Ketua Umum LIN Robi Irawan Wiratmoko.

Kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua organisasi untuk mengembangkan berbagai program bersama, termasuk pengelolaan pusat informasi dan komunikasi serta kegiatan investigasi yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Dalam kesepakatan tersebut juga diatur sejumlah aspek penting, antara lain mekanisme kerja sama, pembagian peran, kerahasiaan informasi, pembiayaan, penyelesaian sengketa, hingga masa berlaku perjanjian selama lima tahun.

Media Center LIN–JAMIRA Disiapkan

Sebagai langkah awal, JAMIRA dan LIN menyiapkan pembentukan Media Center LIN–JAMIRA.

Media Center tersebut akan menjadi wadah koordinasi informasi dan komunikasi antara kedua organisasi, sekaligus mendukung proses penyampaian informasi kepada masyarakat.

Dalam kerja sama itu, JAMIRA berperan sebagai jaringan media yang menyediakan kapasitas komunikasi dan distribusi informasi. Sementara LIN menjalankan peran di bidang investigasi dan pengumpulan informasi sesuai ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati.

Kedua pihak menyatakan kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat serta mendorong keterbukaan terhadap berbagai persoalan yang memiliki kepentingan publik.

Namun demikian, pelaksanaan kerja sama juga menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dan independensi masing-masing pihak.

Hal tersebut termasuk dalam kegiatan jurnalistik dan pemberitaan media yang berada di dalam jaringan JAMIRA.

Penandatanganan MoU ini berlangsung di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap kolaborasi antara organisasi media dan lembaga masyarakat dalam mengumpulkan, memverifikasi, serta menyampaikan informasi yang dibutuhkan publik.

(JAMIRA)