All Posts - ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI
-->

11 Jan 2026

Satlantas Polres Soppeng Bubarkan Balapan Liar, Tiga Sepeda Motor Diamankan


Foto Ilustrasi 

zonabuser,id, Soppeng-Aksi balapan liar yang meresahkan warga berhasil dibubarkan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Soppeng pada Minggu dini hari, sekitar pukul 02.36 WITA. Penertiban dilakukan di wilayah Mallanroe oleh Danpos Cabbeng, Aiptu Muhammad Ishak, bersama sejumlah personel.

Foto Motor yang Ditahan Satlantas Polres Soppeng


Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tiga unit sepeda motor yang diduga digunakan dalam aksi balapan liar. Sementara itu, para pelaku lainnya langsung melarikan diri setelah mengetahui kehadiran aparat kepolisian di lokasi.


"Aiptu Muhammad Ishak menegaskan bahwa balapan liar merupakan pelanggaran hukum yang sangat berbahaya. Selain mengancam keselamatan para pelaku, aktivitas tersebut juga berpotensi mencelakai pengguna jalan lain serta mengganggu ketertiban umum, khususnya pada jam rawan malam hingga dini hari"


“Balapan liar sangat membahayakan dan tidak bisa ditoleransi. Kami akan terus meningkatkan patroli serta melakukan penindakan tegas terhadap aktivitas yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif melaporkan segala bentuk aktivitas balapan liar maupun gangguan kamtibmas lainnya kepada pihak kepolisian. Partisipasi warga dinilai sangat penting demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Soppeng.



OTT KPK di Ditjen Pajak, dr Ali Mahsun: Jangan Ada Intervensi, Sikat Habis!


zonabuser,id, Jakarta – Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap aparat Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kanwil Jakarta Utara pada Jumat malam, 9 Januari 2026, menuai sorotan tajam. Peristiwa ini terjadi di tengah kondisi penerimaan negara yang sedang lesu.


Presiden Kawulo Alit (KAI), dr Ali Mahsun ATMO, M.Biomed., menilai praktik kongkalikong antara wajib pajak dan aparat pajak bukanlah rahasia umum. Menurutnya, praktik tersebut merupakan bahaya laten dan menjadi biang kerok rendahnya penerimaan negara selama ini.


“Sim salabim atau kongkalikong antara wajib pajak dengan aparat pajak sudah berlangsung puluhan tahun. Mereka inilah penyebab utama penerimaan pajak stagnan dan jauh dari potensi riil negara,” tegas Ali Mahsun di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).


Ia menyebut, ratusan hingga ribuan triliun rupiah penerimaan negara setiap tahun diduga raib akibat praktik kolusi tersebut. Karena itu, ia mendesak agar kasus OTT KPK ini diusut tuntas hingga ke akar-akarnya, termasuk penyitaan aset dan penjatuhan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku.


Ali Mahsun juga mengaitkan kasus ini dengan pernyataan Menteri Keuangan Purbaya beberapa waktu lalu yang mengungkap adanya perlindungan terhadap aparat pajak oleh institusi kejaksaan.
“Ini fakta yang sudah dibuka ke publik.

"Karena itu saya mendesak Menkeu Purbaya agar konsisten dan tidak memberikan bantuan hukum, apalagi melakukan intervensi terhadap proses hukum aparat pajak Kanwil Jakarta Utara yang terjaring OTT KPK,” ujarnya.


Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Indonesia itu juga mendesak Jaksa Agung untuk proaktif melakukan operasi penindakan terhadap penyelewengan di sektor perpajakan.


“Kejaksaan Agung mengetahui betul lokus dan titik rawan penyelewengan pajak, karena selama ini kejaksaan disebut-sebut melindungi aparat pajak yang menyimpang. Sudah saatnya dibongkar secara terbuka,” pungkas Ali Mahsun, yang juga pernah menjabat Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI periode 1995–1998.


10 Jan 2026

Taman Kalong Jadi Magnet Wisata Keluarga, Ayo Kunjungi Soppeng

Foto Taman Kalong Soppeng

zonabuser,id, Soppeng-Kabupaten Soppeng terus menunjukkan pesonanya sebagai daerah yang ramah keluarga dan layak menjadi tujuan wisata. 

Salah satu destinasi yang kini ramai dikunjungi masyarakat lokal maupun pendatang adalah Taman Kalong Soppeng, ruang terbuka publik yang terletak di jantung kota kecamatan Lalabata  dan menjadi ikon rekreasi warga.


Taman Kalong menawarkan suasana nyaman untuk bersantai sekaligus bermain. Di kawasan ini, anak-anak dapat menikmati berbagai wahana permainan seperti air mancur interaktif, seluncuran, serta kereta jalan yang beroperasi di sekitar taman.

 Fasilitas tersebut menjadikan Taman Kalong sebagai tempat favorit keluarga untuk menghabiskan waktu luang, terutama pada sore hingga malam hari.


“Saya dari luar daerah, singgah ke Soppeng dan mampir ke Taman Kalong. Ternyata fasilitasnya lengkap dan bersih. Ini bisa jadi daya tarik wisata keluarga,” ungkap Rahmat, pengunjung asal Kabupaten tetangga. Sabtu 10  Januari 2026

Tak hanya menjadi ruang bermain anak, Taman Kalong juga menjadi tempat berkumpul masyarakat dari berbagai kalangan. 

Pepohonan rindang, pencahayaan taman yang memadai, serta keberadaan pedagang kuliner lokal menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

 Suasana ramai namun tetap tertib mencerminkan kehidupan sosial masyarakat Soppeng yang hangat dan bersahabat.


Keberadaan Taman Kalong juga memberi dampak positif bagi perekonomian warga sekitar. Para pelaku UMKM dan pedagang kecil merasakan peningkatan penghasilan seiring tingginya kunjungan masyarakat.


 Hal ini menunjukkan bahwa ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi, tetapi juga mendukung perputaran ekonomi lokal.


Dengan fasilitas yang terus dibenahi dan lingkungan yang relatif aman serta bersih, Soppeng layak menjadi salah satu tujuan wisata keluarga di Sulawesi Selatan.

 Taman Kalong menjadi contoh bagaimana ruang publik dapat dimanfaatkan sebagai pusat rekreasi, interaksi sosial, dan hiburan murah bagi masyarakat.


Bagi masyarakat dari daerah lain, berkunjung ke Soppeng tak lengkap tanpa singgah di Taman Kalong. Selain menikmati suasana kota yang tenang, pengunjung juga dapat merasakan kehangatan warga serta berbagai pilihan wisata dan kuliner khas daerah.


Ayo kunjungi Soppeng, nikmati Taman Kalong, dan rasakan sendiri kenyamanan wisata keluarga yang sederhana namun berkesan.

Di Bawah Kepemimpinan Hj. Andi Wahda Adam, Panitia HBH IKALUNI SMPN 2 Watansoppeng Perkuat Koordinasi

Ikatan Alumni (IKALUNI) SMPN 2 Watansoppeng

zonabuser,id, SOPPENG – Menjelang pelaksanaan hari besar umat Islam, Ikatan Alumni (IKALUNI) SMPN 2 Watansoppeng mulai memanaskan mesin organisasi.

Guna memastikan kesiapan maksimal, jajaran panitia bersama koordinator lintas angkatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) khusus di RTS, Jalan Pengayoman, tepat di depan kampus SMPN 2 Watansoppeng, pada Jumat malam (09/01/2026).

​Pertemuan ini difokuskan untuk membedah detail persiapan acara Halal Bihalal (HBH) 1447 Hijriah/2026. 

Koordinasi ini dinilai sangat krusial mengingat waktu pelaksanaan kegiatan yang tinggal menyisakan waktu sekitar satu bulan lebih.

Menyatukan Persepsi Lintas Angkatan

​Ketua Panitia HBH IKALUNI SMPN 2 Watansoppeng, Hj. Andi Wahda Adam, yang juga merupakan Anggota Legislatif Kabupaten Soppeng dari Fraksi Golkar, memimpin langsung jalannya rapat. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kesamaan visi di antara seluruh panitia dan perwakilan alumni.

​"Pertemuan malam ini adalah langkah penting untuk menyatukan persepsi. Kami ingin memastikan bahwa Halal Bihalal tahun ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul biasa, melainkan momentum nyata untuk mempererat tali silaturahmi antar alumni dari berbagai lintas angkatan," tegas Hj. Andi Wahda Adam.

Target Pelaksanaan yang Berkesan

​Rapat koordinasi ini membahas berbagai elemen teknis, mulai dari alur pelaksanaan acara, kesiapan logistik, hingga manajemen penyambutan para alumni yang diperkirakan akan datang dari berbagai daerah. Sebagai salah satu sekolah menengah pertama tertua dan bersejarah di Soppeng, IKALUNI SMPN 2 berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi para anggotanya.

​Selain sebagai ajang rindu, kegiatan HBH 1447H diharapkan mampu memberikan dampak sosial positif bagi masyarakat sekitar serta memperkokoh solidaritas internal keluarga besar alumni.

​Panitia pelaksana terus menghimbau partisipasi aktif dari seluruh koordinator angkatan agar informasi mengenai kegiatan ini tersampaikan secara merata ke seluruh alumni SMPN 2 Watansoppeng.

​Kontak Media:
Isdab (0852-4583-0187)
Panitia Pelaksana HBH IKALUNI SMPN 2 Watansoppeng
Watansoppeng, Sulawesi Selatan.

Langkah Serius Tingkatkan Mutu Pendidikan, Gugus 3 Soppeng Libatkan 14 Sekolah

zonabuser,id, SOPPENG – Dalam upaya transformasi mutu pendidikan di Kabupaten Soppeng, Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 3 menggelar Workshop Pembelajaran Mendalam (PM) pada Sabtu, 10 Januari 2026. 

foto kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 3


Kegiatan ini dipusatkan di Aula PKG (Pusat Kegiatan Guru), Lantai 2 Masjid Al Amin, SDN 166 Laburawung.

​Workshop ini diikuti dengan antusias oleh para Kepala Sekolah dan guru dari 14 sekolah yang tergabung dalam Gugus 3 Kabupaten Soppeng. Bertindak sebagai tuan rumah dalam pertemuan kali ini adalah SDN 21 Mattabulu, di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Muhammad Arzak, S.Pd.

Sinergi Memajukan Pendidikan

​Kegiatan ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh pendidikan penting di wilayah Gugus 3, di antaranya :
​Hasanuddin, S.Pd., M.Pd. (Pendamping Gugus 3 Kab. Soppeng)
​H. Zainuddin, S.Pd. (Ketua Gugus 3 Kab. Soppeng)
​Andi Rahmayuddin, S.Pd. (Ketua KKG Gugus 3 Kab. Soppeng)

​Workshop Pembelajaran Mendalam (PM) ini dirancang untuk membekali para pendidik dengan strategi pengajaran yang tidak hanya mengejar ketuntasan materi, tetapi juga memastikan siswa memahami konsep secara mendalam, kritis, dan bermakna.

Apresiasi dan Harapan 

Pendamping Gugus
​Dalam kesempatan tersebut, Pendamping Gugus 3, Hasanuddin, S.Pd., M.Pd., memberikan komentar positif sekaligus motivasi bagi para peserta. Beliau menekankan pentingnya adaptasi guru terhadap metode Pembelajaran Mendalam.

​"Pembelajaran Mendalam (PM) adalah kunci bagi guru untuk melahirkan generasi yang mampu berpikir tingkat tinggi. 

Saya sangat mengapresiasi semangat kolektif para guru di Gugus 3 ini. Dengan PM, kita tidak lagi sekadar mengajar untuk ujian, tapi mengajar untuk kehidupan. 

Saya optimis, melalui workshop ini, kualitas interaksi di dalam kelas akan semakin hidup dan berbobot," ujar Hasanuddin.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua KKG Gugus 3, Andi Rahmayuddin, berharap agar materi yang didapatkan dalam workshop ini segera diimplementasikan di sekolah masing-masing demi kemajuan siswa-siswi di Kabupaten Soppeng.

​Acara berlangsung khidmat dan ditutup dengan sesi diskusi kelompok antar guru untuk membedah modul pembelajaran yang lebih inovatif.

Tragis! Anak Tega Tikam Ayah hingga Tewas di Bulukumba Diduga Gara-gara Motor

Sumber Foto Sinjai Upadate

zonabuser,id Bulukumba, Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Bulukumba. Seorang anak tega menikam ayah kandungnya sendiri hingga tewas, diduga karena permintaannya untuk dibelikan sepeda motor tidak dipenuhi.


Dilansir dari Sinjai Update, kejadian tersebut berlangsung di Dusun Kirasa, Desa Palambarae, Kecamatan Gantarang, pada Jumat malam (9/1/2026).

 Korban diketahui bernama Abdullah (44), sementara pelaku adalah anaknya sendiri, Adi Wijaya (21).


Sebelum insiden terjadi, korban sedang memperbaiki kabel listrik di dalam rumah. Di waktu yang sama, pelaku diketahui tengah mengonsumsi minuman keras bersama rekan-rekannya di depan rumah.


Anak korban, Tasya, mengungkapkan bahwa pelaku merupakan anak kandung korban, meski sebelumnya sempat disebut sebagai anak tiri. Hal tersebut diperkuat dengan data kartu keluarga.


“Pelaku itu saudara kandung saya, satu ibu. Bapak saat itu sedang memperbaiki kabel listrik,” ujar Tasya di Polres Bulukumba.

Tasya menduga motif penikaman dipicu oleh permintaan pelaku untuk dibelikan sepeda motor yang belum mampu dipenuhi oleh orang tuanya.

“Karena minta motor tidak dituruti, dia menikam bapak,” tuturnya.

Korban mengalami luka tikam di bagian punggung hingga darah menggenangi lantai rumah. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa korban tidak tertolong.

Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri namun berhasil diamankan aparat kepolisian.

 Saat ini, Adi Wijaya telah ditahan di Mapolres Bulukumba untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan senjata tajam jenis badik yang digunakan pelaku.

Pembangunan Melesat, Kepedulian pada Warga Miskin Dipertanyakan

Foto Rumah Warga Memprihatinkan 

zonabuser,id, Soppeng-Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia, masih terdapat sejumlah warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan dan belum pernah tersentuh bantuan pemerintah.


Kondisi ini memunculkan keprihatinan sekaligus harapan agar pembangunan tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.


Sejumlah masyarakat menilai bahwa pembangunan sejatinya harus berjalan seiring dengan upaya pengentasan kemiskinan. Infrastruktur yang megah dinilai belum sepenuhnya mencerminkan keberhasilan pembangunan apabila masih ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, kesehatan, dan tempat tinggal yang layak.


“Negara seharusnya hadir bukan hanya melalui pembangunan jalan dan gedung, tetapi juga melalui kepedulian terhadap rakyat kecil yang hidupnya serba kekurangan,” ungkap salah seorang warga.


Masyarakat berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah, dapat lebih aktif melakukan pendataan dan penyaluran bantuan secara tepat sasaran. Dengan demikian, pembangunan yang tengah digalakkan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan.


“Kami melihat pembangunan di mana-mana, tapi masih banyak warga kecil seperti kami yang belum pernah merasakan bantuan pemerintah,” ujar seorang warga.


“Jalan dan gedung dibangun, tapi masih ada masyarakat yang kesulitan makan dan tinggal di rumah yang tidak layak,” kata warga lainnya.


“Kami tidak menolak pembangunan, tapi jangan lupakan warga yang hidupnya serba kekurangan,” ungkap seorang ibu rumah tangga.


“Pemerintah seharusnya turun langsung melihat kondisi warga miskin, bukan hanya melihat laporan di atas kertas,” tuturnya.
“Kami hanya berharap perhatian dan bantuan yang adil, agar pembangunan benar-benar dirasakan semua masyarakat,” ucap seorang warga dengan nada harap.

Prihatin Warga Soppeng, Tak Layak Huni, Tapi Masih Jadi Tempat Bertahan Hidup

Foto Pantauan Media

zonabuser,id, Soppeng-Di balik geliat pembangunan dan wajah modern perkotaan, masih tersimpan potret kehidupan masyarakat yang luput dari perhatian.

Foto Kondisi Rumah Tersebut


Di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, kisah pilu itu dialami oleh seorang perempuan paruh baya bernama Ibu Mariati, yang hingga kini bertahan hidup dalam kondisi serba keterbatasan.


Perempuan berusia 61 tahun tersebut tinggal di sebuah rumah kayu tua yang nyaris roboh di Jalan Sunu, RT 003 RW 004, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata. 

Rumah yang ditempatinya bukan lagi sekadar sederhana, melainkan sudah jauh dari kata layak dan berisiko membahayakan keselamatan penghuninya.

Sejak sang suami meninggal dunia, Ibu Mariati harus menjalani kehidupan seorang diri. Ia memiliki seorang anak perempuan yang telah berkeluarga dan tinggal terpisah.

 Sejak saat itu, seluruh beban hidup harus ia pikul sendiri, tanpa pendamping, dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas.


Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ibu Mariati bekerja sebagai buruh cuci dan membersihkan rumah warga di sekitar tempat tinggalnya. 

Penghasilannya tidak menentu dan sering kali tidak mencukupi kebutuhan harian. Meski demikian, dengan keteguhan dan kesabaran, ia tetap bertahan serta mensyukuri apa pun rezeki yang diperolehnya demi melanjutkan hidup.

Hasil pantauan awak media menunjukkan kondisi rumah Ibu Mariati yang sangat memprihatinkan. Bangunan kayu yang telah lapuk dimakan usia tampak rapuh dan rawan ambruk. Sabtu 10 Januari 2026

Dinding rumah tidak lagi kokoh, atap seng berlubang di berbagai bagian, sementara bagian belakang rumah sudah roboh

. Saat hujan turun, air dengan mudah merembes masuk ke dalam rumah. 

Bahkan, demi menghindari hujan dan potensi runtuhan bangunan, Ibu Mariati terpaksa bertahan di kolong rumah.

Kisah pilu ini semakin menyayat hati karena Ibu Mariati tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri. 

Di rumah yang tidak layak huni tersebut, ia juga merawat seorang kerabat yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ). 

Tanggung jawab itu kian menambah berat beban hidup yang harus ia jalani, baik secara fisik maupun mental.


Salah seorang warga setempat, Nurjannah, mengungkapkan bahwa Ibu Mariati kerap mendapat bantuan dari warga sekitar dan kerabatnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kadang dibantu warga dan keluarga karena kasihan melihat kondisinya,” ujar Nurjannah.


Ia juga menyampaikan bahwa rumah Ibu Mariati sebenarnya telah beberapa kali diusulkan untuk mendapatkan bantuan bedah rumah. 

Namun hingga kini, bantuan tersebut belum juga terealisasi.

“Sudah sering diusulkan untuk bedah rumah, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” tambahnya dengan nada prihatin.

Melalui pemberitaan ini, warga sekitar berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pihak terkait.


 Mereka berharap Ibu Mariati segera mendapatkan bantuan bedah rumah agar dapat tinggal di hunian yang layak, aman, dan manusiawi—sebuah hak dasar yang semestinya dapat dirasakan oleh setiap warga negara.
© Copyright 2018 ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI | All Right Reserved