Breaking News

Tim Polisi Sunat Presisi Uryankes Subbid Kespol Biddokkes Polda Sulsel Lakukan Sunat Gratis ke Anak Yatim dan Prasejahtera


ZONA BUSER | MAKASSAR - Tim Polisi Sunat Presisi Uryankes Subbid Kespol Biddokkes Polda Sulsel Bripka Amirullah, Bripda Hamzah dan Bripda Fadli melakukan pelayanan sunat gratis kepada adik Nabil dan memberikan semangat serta motivasi agar terus berjuang.

Ketua tim sunat Bripka Amirullah mengatakan bahwa, Pelayanan sunat gratis ini adalah implementasi dari arahan pimpinan agar Polisi hadir ditengah masyarakat, menjadi pelayan masyarakat sehingga kehadiran Polisi dapat memberikan rasa aman dan nyaman.

"Program Kegiatan Pelayanan Sunat Gratis Yang dicetuskan oleh Biddokkes Polda Sulsel sendiri adalah Program Unggulan dan satu-satunya Program di seluruh Polda Se-indonesia. Program ini ditargetkan khusus kepada keluarga prasejahtera, dhuafa dan anak yatim serta dilaksanakan setiap bulannya secara door to door", Ujarnya. 


Menurutnya, Program ini berbeda dengan program sunatan massal. Untuk sunatan massal sendiri, biasanya menggunakan tekhnik konvensional (jahit), harus sarungan dulu dan proses penyembuhan lama serta pasien berkunjung ke lokasi yang ditetapkan oleh panitia pelaksana.


"Sedangkan program layanan sunat gratis biddokkes menggunakan metode modern Sunat Premium Lem, tanpa jarum suntik dan jahit sehingga anak tidak takut dan nyaman. Untuk proses penyembuhannya sendiri lebih cepat, setelah sunat langsung bisa pakai celana dan 1x24 jam sudah bisa mandi seperti biasa. untuk pelaksanaannya sendiri dilaksanakan door to door (langsung mengunjungi Rumah pasien) sehingga lebih tepat sasaran", Jelasnya.


Tim Polisi Sunat Presisi Uryankes Subbid Kespol Biddokkes Polda Sulsel Bripka Amirullah, Bripda Hamzah dan Bripda Fadli menjelaskan bahwa, Adik Nabil dipilih untuk sunat gratis karena Adik Nabil Anak Yatim, Prasejahtera dan Dhuafa. 


"Adek Muh. Nabil saat berumur 2 tahun dan adiknya berumur kurang lebih 4 bulan dititipkan ke rumah kakek-neneknya, Kemudian orang tuanya merantau ke Kalimantan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dan sekolah kedua anaknya kelak. Namun pada saat Nabil berusia 5 tahun, kakek-neneknya mendengar kabar bahwa ibu nabil meninggal dunia di Kalimantan. Sejak saat itu, kakek-nenek Nabil lost kontak dengan bapak Nabil sampai saat ini sampai Nabil berumur 12 tahun", Jelasnya.

© Copyright 2022 - ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI