BREAKING NEWS

KSB Golkar Sulsel Mulai Mengerucut, Nurmal Idrus: Kombinasi Terbaik Pilihan IAS

Makassar - Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mulai mengirimkan sinyal kuat terkait komposisi inti kepengurusan Golkar Sulsel periode mendatang. 


Posisi KSB yang terdiri atas Ketua Harian, Sekretaris dan Bendahara disebut telah mengerucut pada tiga nama.


Ketiganya masing-masing adalah Supriansa untuk posisi Ketua Harian, Rahman Pina sebagai Sekretaris, dan Amirullah Nur Saenong sebagai Bendahara.


Sinyal mengenai komposisi tersebut disampaikan IAS dalam dinamika persiapan penyusunan kepengurusan Golkar Sulsel. Jika benar ditetapkan, ketiganya akan menjadi figur kunci yang membantu IAS menjalankan roda organisasi partai beringin di Sulsel.


Direktur Nurani Strategic, Dr. Nurmal Idrus, menilai komposisi tersebut merupakan salah satu kombinasi terbaik dari sejumlah opsi yang disiapkan IAS. “Saya kira itu komposisi terbaik. Ketiganya memiliki karakter dan kapasitas yang saling melengkapi,” kata Nurmal.»


Menurutnya, penempatan Supriansa sebagai Ketua Harian merupakan pilihan strategis. Pengalaman politik dan jaringan yang dimiliki Supriansa dinilai dapat menjadi kekuatan tambahan bagi IAS, khususnya dalam membangun kembali soliditas internal Golkar Sulsel. “Supriansa bisa memback up IAS dalam membingkai kepengurusan Golkar Sulsel yang masih terserak. Ketua harian bukan sekadar posisi administratif, tetapi harus mampu menjadi penggerak organisasi ketika ketua berada pada ruang-ruang politik yang lebih luas,” ujarnya.


Sementara itu, Rahman Pina dinilai memiliki modal pengalaman yang kuat untuk menduduki posisi Sekretaris. Selain pengalaman sebagai Sekretaris dalam struktur organisasi politik, Rahman Pina juga memiliki pengalaman sebagai pimpinan DPRD.

“Rahman Pina punya pengalaman sebagai sekretaris dan juga pengalaman sebagai pimpinan DPRD. Ini penting karena sekretaris harus mampu menerjemahkan keputusan politik ketua menjadi kerja organisasi yang konkret,” kata Nurmal.


Adapun Amirullah Nur Saenong dinilai memiliki peran yang tak kalah strategis sebagai Bendahara. Menurut Nurmal, soliditas organisasi politik juga membutuhkan dukungan finansial yang sehat dan terkelola dengan baik. “Amirullah Nur akan menjadi salah satu penopang finansial kepengurusan yang solid. Organisasi sebesar Golkar Sulsel tentu membutuhkan kemampuan pengelolaan keuangan yang kuat, transparan dan mampu menopang seluruh agenda organisasi,” jelasnya.


Nurmal menilai, jika komposisi tersebut benar-benar menjadi pilihan akhir IAS, maka struktur inti Golkar Sulsel memiliki kombinasi antara penguatan politik, pengalaman organisasi dan kemampuan menopang kerja kelembagaan.

“Kalau tiga nama ini benar-benar masuk dalam posisi KSB, IAS sudah memiliki mesin awal yang cukup kuat. Tinggal bagaimana komposisi di bawahnya disusun agar mampu mengakomodasi seluruh kekuatan yang ada di Golkar Sulsel,” katanya.


Ia mengingatkan, tantangan IAS setelah terpilih sebagai Ketua Golkar Sulsel bukan lagi sekadar menyusun struktur kepengurusan, tetapi menyatukan kembali berbagai kelompok dan kepentingan yang selama proses Musda berkembang.

“Golkar Sulsel tidak kekurangan orang hebat. Tantangannya adalah bagaimana orang-orang hebat itu bisa ditempatkan dalam satu orkestrasi yang sama. Ketua, ketua harian, sekretaris dan bendahara harus menjadi simpul yang mampu mengikat seluruh kelompok,” pungkasnya.


Dengan munculnya sinyal komposisi KSB tersebut, perhatian kini bergeser pada penyusunan struktur lengkap DPD I Golkar Sulsel. Komposisi pengurus di bawah KSB akan menjadi indikator penting sejauh mana IAS mampu meramu kepentingan berbagai faksi menjadi satu kepengurusan yang solid dan siap menghadapi agenda politik Golkar ke depan. (sah/ren)