BREAKING NEWS

“Hotel Vera Indah Jadi TKP Dugaan Kasus Seksual Anak, Pemilik Buka Suara”

Foto liputan Zonabuser.id

SOPPENG — Hotel Vera Indah yang beralamat di Jalan Merdeka, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, menjadi sorotan setelah disebut sebagai tempat kejadian perkara (TKP) dalam dugaan kasus seksual terhadap anak di bawah umur dengan korban berusia 16 tahun.

Foto Kamar yang diperlihatkan Pemilik Hotel Vera Indah tempat bermalam Korban

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026. Pihak Kepolisian Resor (Polres) Soppeng sebelumnya membenarkan bahwa Hotel Vera Indah merupakan lokasi yang berkaitan dengan perkara tersebut.


Informasi mengenai kasus itu juga disampaikan pihak kepolisian dalam konferensi pers yang digelar pada malam hari sekitar pukul 20.00 WITA dan dihadiri sejumlah awak media.

Dalam konferensi pers tersebut, pihak kepolisian menyebut Hotel Vera Indah sudah lama tidak berfungsi atau tidak beroperasi sebagaimana hotel pada umumnya.

Untuk memastikan informasi tersebut, tim media zonabuser.id menemui pemilik Hotel Vera Indah di kediamannya pada Kamis, 3 September 2026.

Pemilik hotel, Bu Aji HS, memberikan klarifikasi terkait keberadaan seorang mantan pekerjanya bersama seorang perempuan yang kemudian diketahui merupakan korban dalam perkara tersebut.


“Iya, benar di sinilah terjadi. Namun saya harus menjelaskan,” ujar Bu Aji HS.

Menurut keterangannya, pada siang hari seorang mantan pekerjanya yang disebut berinisial A, yang sebelumnya bekerja sebagai pekerja air galon, datang ke rumah  bersama seorang perempuan.

Keduanya kemudian masuk ke kamar nomor 15 itu kamar bukan kamar hotel tapi kamar pribadi.

Bu Aji mengatakan, A sudah lama tidak bekerja lagi di Hotel Vera Indah. Karena mengetahui A datang bersama seorang perempuan, dirinya merasa tidak enak dan sempat meminta keduanya untuk pulang.

“Dia mantan karyawan saya dan sudah lama tidak bekerja. Saat datang bersama perempuan, saya bilang tidak enak dan saya suruh pulang,” jelasnya.


Namun, A kemudian menyampaikan kepada Bu Aji bahwa dirinya ingin bermalam.

“Bu Aji, saya mau bermalam,” kata A sebagaimana ditirukan pemilik hotel.

Tengah Malam Ada yang Datang ke Gerbang

Menurut Bu Aji, pada tengah malam ada seseorang yang datang ke depan hotel. Saat itu, pintu gerbang dalam kondisi tertutup.

Orang tersebut kemudian mengetuk kaca dan meminta agar pintu gerbang dibuka dengan alasan masih ada temannya di dalam hotel.


Aji, ada temanku di dalam. Saya mau ketemu,” ujar orang tersebut sebagaimana diceritakan kembali Bu Aji.

Bu Aji mengaku saat itu meminta orang tersebut untuk datang kembali keesokan harinya karena waktu sudah larut malam.

Namun, setelah A kembali menghubunginya melalui telepon dan meminta agar gerbang dibuka dengan alasan temannya berada di luar, Bu Aji akhirnya membuka pintu gerbang.

“Saat itu sudah tengah malam. Saya sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi karena saya sudah sangat mengantuk dan mau tidur,” ungkapnya.

Keesokan Harinya Temui Perempuan di Kamar


Keesokan harinya, Bu Aji mengaku masuk ke kamar dan menemui perempuan tersebut. Ia kemudian menanyakan sekolah dan kelas perempuan itu.

Bu Aji juga mengaku sempat meminta perempuan tersebut agar kembali bersekolah.

“Nak, kembali ke sekolah,” kata Bu Aji kepada perempuan tersebut.


Namun, perempuan itu disebut menjawab bahwa dirinya ingin berhenti sekolah karena merasa ibunya tidak pernah membesuknya di sekolah.

Dalam keterangannya, Bu Aji juga mengatakan bahwa ketika dirinya menemui perempuan tersebut, A sudah tidak berada di lokasi dan disebut telah kembali ke wilayah Gunung.

Bahkan, menurut Bu Aji, perempuan tersebut sempat menyampaikan keinginannya untuk tinggal di lokasi tersebut selama satu bulan.

“Bu Aji, saya mau kost satu bulan,” ujar perempuan tersebut sebagaimana ditirukan Bu Aji.


Pemilik Hotel: Saya Tidak Mengetahui Apa yang Terjadi

Bu Aji menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti apa yang terjadi di dalam kamar maupun siapa saja yang datang ke hotel pada malam tersebut.

Ia juga mengaku tidak mengetahui berapa orang yang datang setelah A meminta agar gerbang hotel dibuka.

“Saya sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi dan berapa teman mantan pekerja saya yang datang,” tegasnya.

Keterangan tersebut disampaikan sebagai klarifikasi dari pihak pemilik Hotel Vera Indah terkait munculnya nama hotel tersebut dalam perkara yang kini tengah ditangani aparat kepolisian.


Di sisi lain, berdasarkan informasi kepolisian, tersangka A disebut menjemput korban dari sekolah sekitar pukul 12.30 WITA, kemudian membawa korban ke Hotel Vera Indah di Jalan Merdeka, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

Mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam kamar, siapa saja yang berada di lokasi, serta rangkaian peristiwa dalam perkara tersebut, masih menjadi bagian dari proses penanganan dan penyidikan aparat penegak hukum.

Keterangan Bu Aji HS dalam berita ini merupakan klarifikasi dari pihak pemilik Hotel Vera Indah terkait keberadaan A dan korban di lokasi. Adapun pembuktian mengenai rangkaian peristiwa dan pihak-pihak yang terlibat merupakan kewenangan aparat penegak hukum sesuai proses hukum yang berlaku.