BREAKING NEWS

Integritas Pendidikan Soppeng Catat Prestasi, SD Peringkat 1 dan SMP Peringkat 4 di Sulsel


SOPPENG, ZONABUSER.ID — Kabupaten Soppeng mencatat capaian positif dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Berdasarkan data yang disampaikan dalam keterangan tersebut, Soppeng menempati peringkat pertama tingkat Provinsi Sulawesi Selatan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan peringkat keempat untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pada jenjang SD, Soppeng memperoleh nilai Indeks Integritas Pendidikan (IIP) sebesar 79,71. Sementara pada jenjang SMP, nilai yang diraih mencapai 76,81.

Kedua capaian tersebut masuk dalam kategori Adaptif, dengan rentang nilai 72,51–82,50, sebagaimana tercantum dalam keterangan yang menjadi dasar pemberitaan ini.

Hasil tersebut menjadi catatan positif bagi dunia pendidikan di Kabupaten Soppeng, khususnya dalam upaya memperkuat integritas, transparansi, dan akuntabilitas di lingkungan sekolah.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pendidikan, mulai dari Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua siswa.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan.


Ia juga mengingatkan agar prestasi tersebut tidak membuat seluruh pemangku kepentingan cepat berpuas diri. Penguatan tata kelola pendidikan dan penanaman karakter peserta didik harus terus menjadi perhatian.

Pendidikan, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan generasi yang menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan integritas.

Pemerintah Kabupaten Soppeng diharapkan terus mendorong pengelolaan pendidikan yang bersih, transparan, dan akuntabel, sekaligus memastikan bahwa capaian indeks tersebut diikuti dengan perbaikan nyata dalam pelayanan pendidikan.


Dengan demikian, prestasi dalam penilaian integritas tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi dorongan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan membangun kepercayaan masyarakat.