Sertifikat Gratis Dipertanyakan, Warga Akui Dimintai Rp200 sampai 300 Ribu
Situasi ini menimbulkan keresahan karena warga merasa program yang seharusnya gratis justru menimbulkan beban biaya yang tidak pernah dijelaskan secara resmi. Mereka pun mempertanyakan transparansi aparat desa dan berharap pemerintah turun tangan memberikan penjelasan langsung agar tidak terjadi penyalahgunaan maupun penafsiran keliru di lapangan.
Warga meminta agar aparat terkait memberikan kepastian, apakah program tersebut benar-benar gratis atau ada biaya tertentu yang dibenarkan sesuai aturan. Tanpa kejelasan, mereka khawatir praktik pungutan seperti ini akan terus berlanjut dan merugikan masyarakat kecil yang tidak memahami prosedur administrasi.
Dengan terbitnya berita ini media menunggu tanggapan dari instansi terkait memberikan penjelasan agar warga bisa memahami dengan jelas.



Posting Komentar