Antrean Mengular, BBM Menghilang: Kinerja BPH Migas Dipertanyakan!
Foto Ilustrasi
zonabuser. id.Soppeng- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah wilayah, khususnya di Kabupaten Soppeng, hingga kini masih belum menemukan solusi yang jelas. Rabu 7 April 2026
Kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena antrean panjang di SPBU terus terjadi hampir setiap hari.
Warga mengaku harus mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM, bahkan tidak sedikit yang kehabisan stok saat giliran tiba.
Situasi ini dinilai sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi mereka yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja.
Salah seorang warga, Andi (35), mengungkapkan kekesalannya.
“Sudah beberapa hari ini kami harus antre lama, kadang sampai 2-3 jam. Sangat menyulitkan,” ujarnya.
Kelangkaan ini diduga disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari keterlambatan distribusi hingga adanya dugaan penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Selain itu, tingginya permintaan BBM subsidi juga dinilai tidak sebanding dengan pasokan yang tersedia.
Pihak penyalur BBM, Pertamina, diharapkan dapat segera mengambil langkah cepat untuk menstabilkan distribusi.
Di sisi lain, pengawasan dari lembaga terkait seperti BPH Migas serta aparat penegak hukum juga dinilai perlu diperketat.
Masyarakat mendesak pemerintah dan aparat untuk turun langsung ke lapangan guna melakukan pengawasan di SPBU, serta menindak tegas pihak-pihak yang diduga melakukan penyimpangan distribusi BBM.
“Kalau memang ada penimbunan atau permainan, harus segera ditindak. Jangan masyarakat terus yang dirugikan,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada solusi konkret yang dirasakan masyarakat, sementara antrean panjang di SPBU masih terus terjadi.




Posting Komentar