Foto Ilustrasi
Fenomena oknum yang memahami aturan namun justru terlibat dalam penyalahgunaan wewenang dan praktik korupsi kembali menjadi sorotan publik. Kondisi ini dinilai sebagai ironi dalam sistem birokrasi dan penegakan hukum.
“Dari media sosial, kita membaca banyak oknum diberitakan melakukan penyalahgunaan wewenang. Ironisnya, mereka adalah pihak yang seharusnya paling memahami aturan.”
Sejumlah pengamat menilai, tindakan tersebut bukan karena kurangnya pemahaman terhadap regulasi, melainkan adanya faktor lain seperti kesempatan, lemahnya pengawasan, hingga dorongan kepentingan pribadi.
“Justru karena mereka paham aturan, mereka tahu celah untuk memanfaatkan sistem. Ini yang berbahaya,” ujar salah satu pemerhati kebijakan publik saat dimintai tanggapannya. Minggu 22/3/2026
Dalam banyak kasus, oknum yang memiliki kewenangan dan akses terhadap anggaran atau kebijakan dinilai lebih berpotensi melakukan pelanggaran.
Minimnya kontrol internal serta budaya permisif di lingkungan tertentu turut memperparah kondisi tersebut.
Selain itu, faktor keserakahan dan tekanan gaya hidup juga disebut menjadi pemicu.
Tidak sedikit pelaku yang akhirnya terjerat hukum karena mencoba membenarkan tindakannya, meski sadar melanggar aturan.
Pengamat juga menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan dan penegakan hukum yang tegas agar memberikan efek jera.
Transparansi serta partisipasi publik dinilai menjadi kunci untuk menekan praktik-praktik penyimpangan.
“Pengetahuan tanpa integritas justru bisa menjadi alat untuk menyalahgunakan kekuasaan,” tegasnya.
Masyarakat pun diharapkan tetap kritis dan berani melaporkan jika menemukan dugaan pelanggaran, sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

FOLLOW THE ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram