Nurmal Idrus Jadi Motor Penggerak Konsorsium Politik Nasional PANDU 2029
JAKARTA – Lembaga riset Nurani Strategic resmi bergabung dan memperkuat konsorsium nasional PANDU 2029 (Pusat Pendampingan dan Edukasi Politik), sebuah inisiatif strategis yang dibentuk untuk mendorong perbaikan kualitas demokrasi Indonesia menjelang Pemilu 2029.
Direktur Nurani Strategic, Dr. H. Nurmal Idrus, MM, dipercaya menjadi salah satu penggerak utama dalam proyek politik berskala nasional tersebut. Keterlibatan Nurani Strategic ditandai dengan kehadiran Nurmal sebagai mentor dalam kegiatan perdana konsorsium yang berlangsung di kawasan Kuningan, Jakarta, pada 15–24 Mei 2026.
Menurut Nurmal, PANDU 2029 hadir sebagai respons atas kebutuhan untuk mempersiapkan ekosistem politik yang lebih sehat, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas demokrasi sejak dini.
“Kami ingin menjadi pusat peradaban politik yang integratif, melahirkan aktor politik yang berintegritas, serta mewujudkan ekosistem demokrasi yang substantif, cerdas, dan bermartabat menuju Pemilu 2029,” ujar Nurmal.
Ia menjelaskan, konsorsium ini akan berperan dalam memberikan asistensi dan pendampingan komprehensif kepada partai politik, calon anggota legislatif, organisasi masyarakat, hingga para calon pemimpin daerah.
Selama pertemuan intensif di Jakarta, para anggota konsorsium berhasil merumuskan sejumlah program kerja strategis. Salah satu fokus utama yang akan dijalankan adalah pendidikan politik yang inklusif, objektif, dan berbasis literasi digital guna meningkatkan kesadaran kritis masyarakat, khususnya kalangan pemilih muda.
Selain itu, PANDU 2029 juga menaruh perhatian besar pada penguatan kapasitas para pelaku politik di berbagai tingkatan.
“Kami memberikan pendampingan, penguatan kapasitas, hingga advokasi tata kelola kepada para aktor politik—baik calon pemimpin, partai politik, maupun organisasi masyarakat—demi terciptanya tata kelola kepemimpinan yang akuntabel,” kata salah satu mentor konsorsium, Imran Mahmud.
Untuk memastikan efektivitas program, PANDU 2029 mengedepankan pendekatan berbasis data (evidence-based policy). Konsorsium akan mengembangkan berbagai kajian strategis, survei perilaku pemilih, serta pemetaan potensi daerah guna menghasilkan rekomendasi kebijakan dan strategi politik yang akurat.
“Akan ada sistem pertukaran data yang solid di antara sesama anggota konsorsium,” tambah Imran.
PANDU 2029 diperkuat oleh jejaring nasional yang memiliki pengalaman dan kredibilitas tinggi di bidang kepemiluan. Sebagian besar anggota konsorsium merupakan mantan komisioner KPU dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki rekam jejak panjang dalam penyelenggaraan demokrasi dan pemilu.
Dengan kolaborasi tersebut, PANDU 2029 diharapkan menjadi wadah strategis dalam membangun budaya politik yang lebih berkualitas, transparan, dan berintegritas menjelang Pemilu 2029.


Posting Komentar