PUSPER Sesuai Namanya atau Hanya Tinggal Sebutan?
SOPPENG – PUSPER atau Pusat Pertokoan Watansoppeng selama ini dikenal sebagai salah satu ikon perdagangan yang berada di jantung Kota Watansoppeng. Sesuai dengan namanya, kawasan ini sejatinya diperuntukkan sebagai pusat aktivitas perdagangan dan usaha masyarakat yang menjadi penggerak roda perekonomian daerah.
Dalam keberadaan PUSPER salah satu warga diwawancarai tim media menjelaskan
Pusat Pertokoan (Pusper) Soppeng yang terletak di jantung Kota Watansoppeng mulai dibangun dan diresmikan pada era pemerintahan Orde Baru, tepatnya sekitar tahun 1980-an, dan sempat mengalami beberapa kali renovasi serta penataan fasilitas.
Nama PUSPER (Pusat Pertokoan Watansoppeng) bukanlah julukan yang berasal dari satu tokoh atau pencipta tunggal. Istilah ini merupakan akronim resmi yang digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama masyarakat sebagai sebutan untuk kompleks pusat perbelanjaan dan pertokoan di jantung Kota Watansoppeng. tuturnya Jumat 5/6/26
Namun, perkembangan sektor perdagangan dalam beberapa tahun terakhir menghadirkan tantangan tersendiri bagi keberadaan PUSPER. Munculnya berbagai pusat perbelanjaan modern, minimarket, serta kawasan perdagangan baru menyebabkan aktivitas ekonomi masyarakat tidak lagi terpusat di satu lokasi.
Di sejumlah titik Kota Watansoppeng kini telah berdiri gerai minimarket modern seperti Alfamart dan Indomaret, selain berbagai toko dan pusat usaha lainnya. Di sisi lain, keberadaan kawasan Pasar Lamataesso atau Pasar Sentral Soppeng merupakan pusat perbelanjaan utama di Kabupaten Soppeng, berlokasi di Jl. Pasar Sentral, Lapajung, Kecamatan Lalabata, Watansoppeng. Pasar ini menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari sandang (pakaian, karpet, kosmetik) hingga pangan, dan telah melalui penataan ulang untuk kenyamanan pedagang dan pengunjung.
Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk mengembalikan fungsi PUSPER sebagai pusat pertokoan yang ramai dan menjadi tujuan utama masyarakat berbelanja.
Pengamat perkotaan menilai bahwa revitalisasi kawasan, penataan parkir, peningkatan kebersihan, pengembangan pusat kuliner, serta penyelenggaraan kegiatan ekonomi dan hiburan secara berkala dapat menjadi langkah untuk menghidupkan kembali aktivitas di kawasan tersebut.
"PUSPER memiliki nilai historis dan posisi yang sangat strategis karena berada di pusat kota. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dan penataan yang berkelanjutan agar kawasan ini tetap menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat Soppeng," ujar salah seorang pelaku usaha.
Dengan berbagai upaya tersebut, PUSPER diharapkan tidak hanya menjadi nama atau simbol semata, tetapi benar-benar berfungsi sebagai Pusat Pertokoan sebagaimana makna yang terkandung dalam namanya, sekaligus menjadi kawasan perdagangan yang mampu bersaing dan berkembang di tengah perubahan pola belanja masyarakat. tutupnya


Posting Komentar