Direktur Lembaga Kebijakan Publik dan Politik, Nurani Strategic, Dr. H. Nurmal Idrus, SM, MM
zonabuser,id, JAKARTA - Pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 (Idulfitri 1447 H) menunjukkan tren yang positif, terutama dalam hal penurunan angka fatalitas kecelakaan dan efektivitas rekayasa lalu lintas.
Berdasarkan data evaluasi hingga akhir Maret 2026, terdapat penurunan angka kecelakaan dan fatalitas.
Direktur Lembaga Kebijakan Publik dan Politik, Nurani Strategic, Dr. H. Nurmal Idrus, SM, MM, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 25 Mei 2026, menyebut indikator utama keberhasilan tahun ini adalah penurunan signifikan pada aspek keselamatan dibandingkan Operasi Ketupat 2025:
Disebutkan angka kecelakaan mengalami penurunan sebesar 3,23% dengan korban meninggal yang turun sangat signifikan, mencapai 24,61% hingga 24,68%. "
Faktor pendukung penurunan ini saya lihat karena peningkatan kedisiplinan pemudik, masifnya program mudik gratis, termasuk untuk disabilitas, serta kesigapan ratusan ribu personel gabungan di lapangan yang dipimpin Korlantas Polri," katanya.
Doktor Ilmu Manajemen ini menyebut efektivitas rekayasa alu lintas
Polri menerapkan skema yang dinamis dan berbasis data (TFG - Tactical Floor Game) untuk mengurai kepadatan,
One Way & Contraflow serta Sistem one way nasional (seperti dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikampek Utama) terbukti efektif. "Menariknya, pada arus mudik 20 Maret 2026, Polri sempat menghentikan one way lebih awal karena arus terpantau landai, menunjukkan
fleksibilitas kebijakan yang tidak kaku. Mereka membuat banyak sistem inovasi rekayasa yang bisa beradaptasi dengan kondisi lalulintas dan itu memang yang kita sangat harapkan," tambahnya.
Ia juga menyoroti kemampuan Korlantas Polri dalam membangun integrasi
teknologi. "Seperti saya perhatikan dalam penggunaan sensor di rest area untuk memantau kapasitas parkir secara real-time membantu mencegah kemacetan akibat antrean kendaraan yang masuk ke bahu jalan tol," jelasnya.
Di sisi lain, dukungan unit kerja gabungan juga diacungi jempol.
"Mereka mengoptimalkan layanan darurat 110 yang kemudian menjadi kunci respons cepat untuk keadaan darurat di jalan raya. Selain itu,
kebijakan WFA (Work From Anywhere) dan imbauan pemerintah bagi ASN dan karyawan swasta untuk bekerja secara daring membantu mendistribusikan beban arus balik sehingga tidak menumpuk hanya di satu hari puncak," tuturnya.
Meski demikian, Pengajar ilmu manajemen pada sejumlah perguruan tinggi di Indonesia ini, memberi catatan evaluasi atas pelaksanaan mudik dan balik tahun ini. "Kendala yang masih ditemukan meski secara umum sukses, seperti masalah teknis di Gerbang Tol. Masih ditemukan kemacetan akibat ribuan kendaraan mengalami kendala saldo e-toll atau teknis lainnya di gerbang tol. Ada juga terkait dengan disiplin jalur arteri.
Dimana saat rekayasa one way dilakukan di tol, jalur arteri (seperti Pantura) masih mengalami beban berat dari kendaraan besar (truk/bus) yang dialihkan," tukasnya. (red)

FOLLOW THE ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram