Luruskan Pemahaman: Hari Jadi Soppeng dan Kabupaten Soppeng Bukan Hal yang Sama - ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI
-->

23 Mar 2026

Luruskan Pemahaman: Hari Jadi Soppeng dan Kabupaten Soppeng Bukan Hal yang Sama

Luruskan Pemahaman: Hari Jadi Soppeng dan Kabupaten Soppeng Bukan Hal yang Sama


Hari Jadi Soppeng ke-765, Momentum Mengingat Jejak Sejarah Bumi Latemmamala



SOPPENG – Peringatan Hari Jadi Soppeng ke-765 yang jatuh pada 23 Maret 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk mengenang perjalanan panjang sejarah daerah.
Hari jadi ini merujuk pada lahir dan berkembangnya Soppeng sebagai sebuah wilayah yang telah ada sejak masa kerajaan, jauh sebelum terbentuknya sistem pemerintahan modern.


Tokoh masyarakat menyebutkan bahwa Hari Jadi Soppeng bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi juga refleksi terhadap nilai-nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.


“Ini adalah momentum untuk mengingat jati diri Soppeng sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang dan budaya yang kuat,” ujarnya.


Dengan mengusung semangat kebersamaan, peringatan Hari Jadi Soppeng diharapkan mampu memperkuat rasa persatuan serta mendorong kemajuan daerah ke depan.



Perlu Dipahami, Hari Jadi Kabupaten Soppeng Berbeda dengan Hari Jadi Soppeng



Di tengah  viralnya ucapan Hari Jadi Soppeng ke-765, masyarakat diingatkan untuk memahami perbedaan antara Hari Jadi Soppeng dan Hari Jadi Kabupaten Soppeng dalam konteks administratif.

Kabupaten Soppeng sebagai wilayah pemerintahan modern diketahui terbentuk sekitar tahun 1957, seiring dengan penataan daerah tingkat II di Indonesia.

Hal ini berarti, jika merujuk pada usia administratif, Kabupaten Soppeng saat ini berusia puluhan tahun, bukan ratusan tahun seperti yang tercermin dalam peringatan Hari Jadi Soppeng.

Perbedaan ini terletak pada dasar penetapannya. Hari Jadi Soppeng mengacu pada sejarah panjang daerah sejak masa kerajaan, sedangkan Hari Jadi Kabupaten Soppeng berkaitan dengan pembentukan sistem pemerintahan modern.

Sejumlah pihak menilai pemahaman ini penting agar tidak terjadi kekeliruan dalam penyebutan maupun interpretasi di tengah masyarakat.

“Dua hal ini berbeda  memiliki makna tersendiri,” ungkap  pemerhati sejarah Agus Iskandar, salah satu anggota Tim Studi Banding menelusuri Hari Jadi Soppeng tahun 1995 yang lalu.


Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat diharapkan dapat menghargai perjalanan Soppeng secara utuh, baik dari sisi sejarah maupun perkembangan pemerintahan modernnya.


( Redaksi)

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU

© Copyright 2018 ZONABUSER.ID | BERITA TERKINI HARI INI | All Right Reserved