Mahmud Cambang: Nobar Nasional di Gapis Akan Beri Dampak Ekonomi Nyata bagi Pedagang
SOPPENG – Ketua LSM Sidik, Mahmud Cambang, menilai kawasan Gapis lebih layak dijadikan lokasi pelaksanaan nonton bareng (nobar) nasional yang merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.2.7/4657/SJ tertanggal 14 Juni 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul informasi bahwa Pemerintah Kabupaten Soppeng berencana menggelar kegiatan nobar di Lapangan Gasis dengan melibatkan tenant kuliner dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Mahmud, apabila tujuan kegiatan tersebut tidak hanya sebagai sarana hiburan masyarakat, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, maka kawasan Gapis merupakan lokasi yang lebih tepat. Pasalnya, area tersebut saat ini menjadi pusat aktivitas para pelaku UMKM yang sebelumnya direlokasi dari pelataran Masjid Agung Darussalam Watansoppeng.
“Kita tentu mendukung penuh pelaksanaan nobar sebagai tindak lanjut instruksi pemerintah pusat. Namun akan lebih tepat jika kegiatan itu dipusatkan di kawasan Gapis agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM yang saat ini berusaha mengembangkan usahanya di lokasi tersebut,” ujar Mahmud, Selasa (16/6/2026).
Ia menilai para pelaku usaha yang telah direlokasi masih membutuhkan dukungan nyata agar dapat beradaptasi dan berkembang di tempat yang baru. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah menghadirkan kegiatan yang mampu menarik kunjungan masyarakat dalam jumlah besar.
Menurutnya, momentum nobar yang berpotensi menghadirkan ribuan warga merupakan kesempatan strategis untuk memperkenalkan sekaligus menghidupkan kawasan Gapis sebagai sentra kuliner dan UMKM yang telah disiapkan pemerintah daerah.
“Jangan sampai kawasan UMKM yang sudah disiapkan justru kurang mendapatkan perhatian melalui kegiatan-kegiatan yang dapat mendatangkan pengunjung. Nobar ini merupakan momentum yang sangat baik untuk memperkuat eksistensi Gapis sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Mahmud menegaskan bahwa usulan tersebut bukan semata-mata terkait pemilihan lokasi kegiatan, melainkan bagian dari upaya mendorong keberlangsungan usaha para pedagang kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Ia berpandangan, semakin banyak kegiatan pemerintahan maupun kegiatan sosial kemasyarakatan yang dipusatkan di kawasan Gapis, maka semakin besar pula peluang bagi pelaku usaha untuk memperoleh pelanggan baru dan meningkatkan pendapatan.
Selain memberikan dampak ekonomi jangka pendek, kegiatan yang dipusatkan di kawasan tersebut juga diyakini akan memberikan manfaat jangka panjang karena masyarakat akan semakin mengenal keberadaan sentra UMKM yang kini menjadi salah satu wajah baru aktivitas ekonomi rakyat di Kabupaten Soppeng.
“Kalau pemerintah ingin UMKM berkembang, maka harus ada langkah-langkah yang mendukung perputaran ekonomi di lokasi tersebut. Salah satunya dengan menghadirkan kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat. Karena itu saya menilai area Gapis merupakan pilihan yang paling tepat,” tegasnya.
Mahmud berharap Pemerintah Kabupaten Soppeng dapat mempertimbangkan usulan tersebut sebelum menetapkan lokasi pelaksanaan nobar. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengembangan kawasan Gapis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal.
“Kita ingin setiap kebijakan dan kegiatan yang dilaksanakan pemerintah tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya UMKM yang saat ini sedang berjuang mengembangkan usahanya di kawasan Gapis,” pungkasnya.


Posting Komentar