Nakhoda Baru Golkar Sulsel, Dinamika Formatur IAS dan Menguatnya Nama Suwardi Haseng di Soppeng | ZONABUSER.ID Nakhoda Baru Golkar Sulsel, Dinamika Formatur IAS dan Menguatnya Nama Suwardi Haseng di Soppeng - https://www.zonabuser.id

Nakhoda Baru Golkar Sulsel, Dinamika Formatur IAS dan Menguatnya Nama Suwardi Haseng di Soppeng

MAKASSAR-Peta politik Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai memasuki babak baru setelah Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulsel menetapkan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/7/2026).

Terpilihnya IAS sebagai nahkoda baru Partai Golkar Sulsel membuka proses penyusunan kepengurusan baru melalui Tim Formatur yang diberi mandat menyusun struktur organisasi untuk periode mendatang.

Tim Formatur dipimpin langsung oleh IAS dengan melibatkan unsur DPP Partai Golkar, organisasi sayap, serta perwakilan DPD II. Susunannya terdiri atas Ilham Arief Sirajuddin sebagai Ketua Tim Formatur, H. Muhiddin Said mewakili DPP Partai Golkar, drg. Salwa Muchtar mewakili organisasi sayap, Ketua DPD II Golkar Luwu sebagai perwakilan wilayah utara, dan Andi Fahsar M. Padjalangi selaku Ketua DPD II Golkar Bone sebagai perwakilan wilayah selatan.

Komposisi tersebut dinilai mencerminkan upaya membangun kepengurusan yang inklusif dengan melibatkan berbagai unsur partai guna memperkuat konsolidasi internal pasca-Musda.

Di tingkat kabupaten, dinamika politik juga mulai menjadi perhatian, termasuk di Kabupaten Soppeng. Seiring berakhirnya masa kepemimpinan Andi Kaswadi Razak sebagai Ketua DPD II Golkar Soppeng, mulai muncul berbagai spekulasi mengenai figur yang berpotensi melanjutkan estafet kepemimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Dalam berbagai pembahasan politik lokal, nama Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menjadi salah satu figur yang kerap disebut memiliki peluang. Pengalamannya di dunia politik serta posisinya sebagai kepala daerah aktif dinilai menjadi modal yang dapat memperkuat konsolidasi organisasi apabila mendapat dukungan partai.

Sejumlah pengamat menilai, perpaduan pengalaman legislatif, kepemimpinan di pemerintahan daerah, serta kedekatan dengan masyarakat menjadi nilai tambah yang dimiliki Suwardi Haseng dalam dinamika politik Golkar di Soppeng.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari Partai Golkar mengenai siapa yang akan memimpin DPD II Golkar Soppeng. Seluruh proses masih berada dalam tahapan konsolidasi internal dan menjadi kewenangan mekanisme organisasi partai.

Di sisi lain, kepemimpinan IAS di tingkat provinsi dipandang sebagai momentum untuk memperkuat struktur partai melalui restrukturisasi kepengurusan, baik di DPD I maupun DPD II. Kehadiran figur-figur yang memiliki basis kuat di daerah diyakini dapat menjadi modal penting dalam memperkuat kerja-kerja politik hingga ke tingkat akar rumput.

Kini perhatian kader dan publik tertuju kepada Tim Formatur DPD I Golkar Sulsel yang akan menyusun kepengurusan baru. Hasil kerja tim tersebut diperkirakan akan menjadi pijakan awal dalam menentukan arah konsolidasi Partai Golkar Sulawesi Selatan menjelang berbagai agenda politik di masa mendatang.

Baca juga
Tersalin!

Posting Komentar