Keluarga Pertanyakan Penanganan Medis, Bayi Meninggal Saat Persalinan di Tanjonge

Foto  Ilustrasi  sebagai  keterangan berikut: Foto   asli  baik sumber  informasi  maupun  foto  diruangan saat media klarifikasi beserta  semua  rekamam suara saat  media wawancara tersimpan  di redaksi


zonabuser,id , Soppeng – Dugaan kelalaian dalam penanganan pasien persalinan di Puskesmas Tanjonge, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, menuai sorotan. Seorang bayi dilaporkan meninggal dunia saat proses persalinan pada Rabu (25/3/2026).


Informasi ini disampaikan oleh seorang warga Kabupaten Maros berinisial Irm, yang merupakan mertua dari pasien atas nama NA, warga Canggion, Desa Watu, Kecamatan Marioriwawo.


Kepada tim media, Irm menjelaskan bahwa pada Rabu pagi, NA  bersama suaminya, Ar, datang ke Puskesmas Tanjonge untuk melakukan pemeriksaan kehamilan.


“Pasien datang untuk cek up, lalu ditangani oleh dokter, bidan, dan perawat di puskesmas,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).


Namun, dalam proses penanganan hingga persalinan, pihak keluarga menduga adanya keterlambatan dalam pengambilan keputusan medis, khususnya terkait rujukan ke rumah sakit.


“Kami sangat terpukul. Cucu kami meninggal dunia. Padahal kondisi ibunya sudah darurat, tensi tinggi dan air ketuban keruh,” ungkap pihak keluarga.


Menurut mereka, dengan kondisi tersebut, pasien seharusnya segera dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap.


“Kami menilai ini tidak sesuai prosedur. Harusnya dirujuk, bukan ditahan di puskesmas, apalagi hanya ditangani dokter umum,” tambahnya.


Keluarga juga berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang.


“Kami rakyat kecil hanya ingin keadilan. Jangan sampai ada korban berikutnya. Jika tidak ada tindak lanjut, kami siap membawa persoalan ini ke tingkat nasional,” tegasnya.


Pihak Puskesmas Beri Penjelasan


Menindaklanjuti laporan tersebut, tim media melakukan konfirmasi langsung ke Puskesmas Tanjonge. Klarifikasi dilakukan bersama dokter umum yang menangani pasien, dr. Rt, didampingi Kepala Puskesmas serta sejumlah tenaga kesehatan lainnya di ruang kepala puskesmas.


Dalam keterangannya, pihak puskesmas membenarkan bahwa pasien datang pada Rabu untuk pemeriksaan kehamilan.


Terkait keputusan tidak dilakukan rujukan ke rumah sakit, pihak puskesmas menyatakan bahwa tindakan yang diambil telah mempertimbangkan kondisi dan fasilitas yang tersedia.


“Iya, fasilitas kami lengkap, dan untuk rujukan tidak serta-merta langsung diterbitkan,” ujar dr. Rt saat dikonfirmasi.


Pihak puskesmas juga menegaskan bahwa penanganan pasien telah dilakukan sesuai prosedur dan standar operasional yang berlaku di fasilitas kesehatan tersebut.


Kasus Masih Berlanjut


Meski demikian, pihak keluarga menyatakan belum puas dengan penjelasan yang diberikan. Mereka berencana menempuh langkah lanjutan, termasuk mendorong adanya audit terhadap fasilitas serta pemeriksaan medis yang telah dilakukan.

Hingga saat ini, persoalan tersebut masih menjadi perhatian dan diharapkan mendapat tindak lanjut dari instansi terkait guna memastikan kejelasan serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.


Perhatian  dilarang  copy berita tanpa  sepengetahuan  penulis  dan sumbernya  informasi 
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Keluarga Pertanyakan Penanganan Medis, Bayi Meninggal Saat Persalinan di Tanjonge
  • Keluarga Pertanyakan Penanganan Medis, Bayi Meninggal Saat Persalinan di Tanjonge
  • Keluarga Pertanyakan Penanganan Medis, Bayi Meninggal Saat Persalinan di Tanjonge
  • Keluarga Pertanyakan Penanganan Medis, Bayi Meninggal Saat Persalinan di Tanjonge
  • Keluarga Pertanyakan Penanganan Medis, Bayi Meninggal Saat Persalinan di Tanjonge
  • Keluarga Pertanyakan Penanganan Medis, Bayi Meninggal Saat Persalinan di Tanjonge