SOPPENG-Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, menghadiri Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diselenggarakan Polres Soppeng di Lapangan Apel Mapolres Soppeng, Jalan Latenribali, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Selasa (11/8/2026).
Apel dipimpin langsung Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., dengan Komandan Apel IPDA Taufiqurrahman, S.H., yang menjabat sebagai KBO Sat Samapta Polres Soppeng. Kegiatan ini merupakan wujud kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Soppeng, khususnya pada musim kemarau.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kajari Soppeng Sulta D. Sitohang, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Negeri Soppeng Nurkautsar Hasan, S.H., M.H., perwakilan Dandim 1423/Soppeng, para pejabat utama Polres Soppeng, serta sejumlah tamu undangan.
Kesiapan menghadapi Karhutla juga ditunjukkan melalui keterlibatan personel gabungan dari berbagai instansi, di antaranya TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, PSC, Dinas Kehutanan, BPBD, dan PLN Kabupaten Soppeng. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi kekuatan utama dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla secara terpadu.
Dalam amanatnya, Kapolres Soppeng menegaskan bahwa apel gelar pasukan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama melalui penguatan deteksi dini, pemantauan wilayah rawan, serta respons cepat terhadap setiap potensi munculnya titik api.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita mencegah sebelum terjadi. Deteksi dini harus diperkuat, wilayah yang memiliki potensi kerawanan perlu dipantau, dan seluruh unsur harus mampu bergerak cepat ketika menemukan adanya potensi kebakaran,” tegas AKBP Hari Budiyanto.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Soppeng, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kehutanan, serta seluruh instansi terkait agar penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terintegrasi.
Selain itu, Kapolres mengingatkan perlunya patroli terpadu secara berkelanjutan di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, disertai edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya serta dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap lingkungan, kesehatan, dan kehidupan sosial ekonomi.
“Masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” ujarnya.
Di samping langkah preventif, Kapolres menegaskan bahwa penegakan hukum akan diterapkan secara tegas terhadap setiap pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran atau melanggar ketentuan perundang-undangan terkait Karhutla.
Melalui apel gelar pasukan ini, seluruh unsur di Kabupaten Soppeng diharapkan semakin memperkuat komitmen dan sinergi dalam mencegah serta menangani potensi Karhutla. Dengan kesiapan personel, dukungan sarana dan prasarana, deteksi dini, patroli terpadu, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan ancaman kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sedini mungkin demi menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Redaksi)
Posting Komentar